MATTANEWS.CO, MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas merespons pemberitaan mengenai kondisi jembatan gantung di Dusun 3, Desa Taba Gindo Baru, Kecamatan Selangit. Setelah menerima informasi tersebut, Pemkab meminta dinas terkait melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi fasilitas umum itu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Rawas, H. Ali Sadikin, mengatakan pemerintah daerah terbuka terhadap laporan dan masukan masyarakat, termasuk informasi mengenai kerusakan infrastruktur. Menurutnya, pemberitaan yang beredar menjadi dasar bagi Pemkab untuk meminta tim teknis turun ke lokasi.
“Kami baru-baru ini mendapati pemberitaan mengenai Jembatan Gantung Dusun 3 Taba Gindo Baru yang disebut mengalami kerusakan parah. Pemkab Mura telah meminta dinas terkait dan Tim UPT Wilayah 2 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPU-BM) untuk langsung turun ke lapangan guna meninjau kondisi sebenarnya,” ujar Ali Sadikin saat ditemui awak media.
Hasil pemeriksaan lapangan, kata Ali, menunjukkan kondisi fisik jembatan secara umum masih dapat diakses masyarakat. Ia juga menyoroti perbedaan antara foto yang digunakan dalam pemberitaan dan kondisi jembatan yang ditemukan tim di lokasi, terutama pada bagian lantai.
Dalam foto yang beredar, lantai jembatan tampak terbuat dari papan kayu dengan sejumlah bagian yang terlihat rusak. Namun, berdasarkan peninjauan tim, lantai jembatan tersebut telah menggunakan material plat besi.
“Berdasarkan laporan detail dari tim yang turun ke lapangan, dapat disimpulkan bahwa foto dalam pemberitaan yang menggambarkan kondisi Jembatan Taba Gindo Baru tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” tegasnya.
Kepala Dinas PU-BM Musi Rawas, Alawiyah, melalui Tim UPT Wilayah 2 DPU-BM, Nopian Irawan, membenarkan bahwa timnya telah mendatangi lokasi pada Selasa, 13 Oktober 2026. Survei dilakukan untuk menindaklanjuti pemberitaan yang meminta pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi korban.
Nopian menyampaikan bahwa kondisi jembatan yang dilihat tim berbeda dengan gambaran pada foto pemberitaan, khususnya terkait material lantai.
“Benar, kami dari UPT Wilayah 2 telah melakukan survei langsung ke lapangan. Berita tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan, khususnya pada foto berita yang menampilkan lantai papan kayu yang sudah banyak lepas. Padahal, jembatan tersebut sudah berlantai plat besi,” jelas Nopian.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya beberapa bagian kecil jembatan yang mengalami kerusakan. Namun, menurut hasil pemeriksaan tim, kerusakan tersebut tidak menggambarkan kondisi jembatan secara keseluruhan sebagai rusak parah.
Pengecekan langsung, kata Nopian, diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang akurat sebelum menentukan tindak lanjut. Informasi mengenai kondisi fasilitas umum, termasuk jembatan yang digunakan warga, akan menjadi bahan bagi dinas untuk menilai kebutuhan pemeliharaan maupun peningkatan infrastruktur.
Dalam peninjauan tersebut, pihak PU-BM juga berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Dari koordinasi itu, diketahui bahwa masyarakat berharap jembatan dapat ditingkatkan menjadi jembatan multifungsi agar nantinya dapat dilalui kendaraan roda empat.
Aspirasi tersebut, menurut Nopian, akan disampaikan kepada pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan. Rencana peningkatan jembatan masih perlu ditindaklanjuti melalui proses dan kajian lebih lanjut.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Aspirasi masyarakat memang mengharapkan agar jembatan tersebut dapat ditingkatkan (upgrade) menjadi jembatan multifungsi, sehingga nantinya juga bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Keinginan ini tentu akan segera kami sampaikan kepada pimpinan,” tambahnya.
Usulan tersebut mencerminkan harapan warga agar akses penghubung di wilayah itu dapat mendukung kebutuhan masyarakat dengan lebih luas. Namun, Pemkab belum menyampaikan keputusan mengenai waktu maupun bentuk peningkatan yang akan dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Musi Rawas, Febrian Saputra, menyayangkan beredarnya foto yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia mengingatkan agar penyajian informasi, terutama yang berkaitan dengan fasilitas publik, dilakukan secara akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Febrian juga menyinggung dugaan penggunaan kecerdasan buatan atau AI pada foto yang beredar. Ia mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut dapat dilakukan, tetapi perlu disertai keterangan yang jelas agar masyarakat tidak menerima gambaran yang keliru.
“Foto yang digunakan dalam pemberitaan tersebut tampaknya merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan teknologi seperti AI tentu sah-sah saja, namun hendaknya tidak digunakan secara berlebihan hingga menyajikan informasi yang keliru. Kami juga mengimbau masyarakat agar senantiasa memvalidasi kebenaran informasi yang beredar dan tidak mudah tergiring oleh opini yang kurang tepat,” pungkasnya.
Pemkab Musi Rawas menyatakan akan menindaklanjuti informasi dan aspirasi warga melalui dinas terkait. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan laporan mengenai kondisi infrastruktur secara jelas dan terverifikasi, sehingga dapat segera diperiksa dan ditangani sesuai kebutuhan.














