MATTANEWS.CO, OKI – Upaya memperkuat gerakan koperasi di tingkat desa kembali digencarkan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian, pemerintah daerah menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMKMP) yang tersebar di seluruh wilayah OKI.
Pusat kegiatan di Aula Universitas Islam OKI (Uniski), Kayuagung, diikuti 128 peserta dari tiga kecamatan dalam zona pertama: Kayuagung, SP Padang, dan Jejawi. Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan, Amiruddin, Senin (3/11).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya daerah untuk mendukung agenda nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menetapkan koperasi merah putih sebagai salah satu prioritas ekonomi kerakyatan di masa pemerintahannya.
Koperasi yang digagas untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa, serta diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi produktif di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM lokal.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian OKI, Suhaimi AP, menyebutkan bahwa sejak pendiriannya, pengurus koperasi merah putih di OKI belum pernah mendapat pelatihan formal mengenai manajemen koperasi.
“Koperasi ini tumbuh cepat, tapi banyak pengurus belum dibekali kemampuan dasar. Karena itu, pelatihan ini penting agar mereka memahami tata kelola koperasi yang baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, peserta akan mendapat materi tentang manajemen usaha koperasi, penyusunan laporan keuangan, administrasi kelembagaan, dan strategi bisnis koperasi produktif.
“Para pemateri berasal dari akademisi, pejabat dinas provinsi, serta pelaku koperasi berpengalaman yang telah berhasil mengembangkan usaha kolektif di berbagai daerah,” terangnya.
Data Dinas Koperasi OKI mencatat, terdapat 327 Koperasi Merah Putih aktif di wilayah tersebut. Setiap koperasi mengirim dua peserta, yakni ketua dan bendahara, sehingga total peserta pelatihan mencapai 654 orang.
“Karena wilayah OKI luas, pelatihan dibagi dalam tujuh zona agar lebih efektif dan merata,” kata Suhaimi.
Setelah zona pertama di Kayuagung, pelatihan akan berlanjut ke zona berikutnya, zona 2 di Tanjung Lubuk untuk wilayah Pedamaran, Teluk Gelam, dan Tanjung Lubuk, zona 3 di Desa Surya Adi untuk Mesuji dan Mesuji Makmur, zona 4 di Pedamaran Timur untuk wilayah Cengal dan Sungai Menang, zona 5 di Pangkalan Lampam untuk Tulung Selapan dan Pampangan, zona 6 di Lempuing dan Lempuing Jaya; serta zona 7 di Air Sugihan.
Program pelatihan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi berbasis rakyat. Dalam pelaksanaan sebelum koperasi merah putih terbentuk, banyak daerah terutama di Sumatera, didirikan koperasi desa cuma atas dorongan program, tetapi belum memiliki kemampuan manajerial memadai untuk bertahan dan berkembang.
Dalam konteks inilah, pelatihan Koperasi Merah Putih di OKI menjadi langkah korektif yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
“Tujuan akhirnya adalah agar koperasi bisa mandiri, memiliki daya saing, dan menjadi tulang punggung ekonomi desa. Tidak hanya sebagai simbol kelembagaan, tapi benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi anggotanya,” ujar Suhaimi.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi yang dikelola dengan baik dapat menjadi salah satu kanal penyaluran dana pemerintah dalam program ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo.
Langkah Pemkab OKI ini bukan hanya bentuk tanggung jawab terhadap program nasional, tetapi juga sinyal bahwa pemerintah daerah mulai serius memperkuat fondasi ekonomi desa dari bawah.
Dalam situasi ekonomi yang menuntut kemandirian daerah, koperasi merah bisa menjadi instrumen penting memperkuat ekonomi rakyat jika dikelola dengan kapasitas dan komitmen yang kuat.
Anang, peserta pelatihan dari Desa Air Itam, Kecamatan Jejawi, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut,
“Di desa kami, koperasi masih dalam tahap awal. Pelatihan ini membuka wawasan kami bagaimana mengelola koperasi dengan lebih profesional. Kami berharap pelatihan semacam ini dilakukan rutin agar koperasi kami bisa maju,” tandasnya.














