Reporter : Rachmat Sutjipto
OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co – Memasuki Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang kurang dari sepekan lagi, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama TNI/Polri, melakukan langkah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Terlebih lagi, pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga diperlukan pengamanan sekaligus pengawasan serius terutama di pusat keramaian.
Wakil Bupati (Wabup) Ogan Komering Ilir Dja’far Shodiq saat Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Musi 2020 mengutarakan, periode Nataru berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan (proke Covid-19.
Kekahawatiran tersebut merupakan tanggung jawab bersama dalam menciptakan situasi kondusif,
“Dalam hal ini, mungkin perlu ketegasan. Namun, tentunya dengan tetap menerapkan prokes guna mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman,’’ ungkap Shodiq di Halaman Pemkab OKI, Kayuagung, Senin (21/12/2020).
Wakapolres OKI Kompol Yudha Widiatama menuturkan, operasi yang digelar ditujukan untuk pengamanan libur Nataru 2021, juga upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19.
“Selain keamanan dan ketertiban, faktor kesehatan juga menjadi fokus kita untuk lebih serius mencegah kerumunan ataupun kegiatan yang tidak mematuhi prokes,” ujarnya didampingi Komandan Kodim 0402 OKI/OI, Zamroni.
Secara nasional kekuatan Polri disiapkan sebanyak 83.917 personel.
Penambahan kekuatan ini dibantu TNI 15.842 personel dan 55.086 personel dari instansi terkait.
Gabungan personel tersebut, tersebar di 1.607 pos pengamanan, serta 675 pos pengamanan pusat keramaian seeprti stasiun, terminal hingga bandara.
Menurut Yudha, sedikitnya 500 gabungan diterjunkan untuk pengamanan Nataru.
Ia mengatakan, personel tersebut akan terpusat pada empat pos yang tersebar yakni, tol trans Sumatera dan Jalan lintas timur.
“Meski demikian, melalui Operasi Lilin 2020 Polri akan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional,” katanya.
Editor : Nefri














