BERITA TERKINI

Pemkab Purwakarta Resmikan ‘Desa Binaan Imigrasi’, Benteng Perlawanan terhadap TPPO

×

Pemkab Purwakarta Resmikan ‘Desa Binaan Imigrasi’, Benteng Perlawanan terhadap TPPO

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Desa Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, secara resmi menjadi lokasi pertama program Desa Binaan Imigrasi yang diprakarsai oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang.

Program ini diluncurkan sebagai upaya strategis untuk menangkal ancaman serius Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Penyelundupan Manusia (TPPM) yang kerap menjerat warga dengan minimnya pengetahuan keimigrasian.

Peresmian ini dihadiri oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Bapak Andro Eka Putra, A.Md., IM, S.H., M.H., M.P.A, Camat Plered, Bapak Heri Anwar, SH., KP., MM, Kepala Desa Citeko, Bapak Riyan Abdilah, S.Kom., serta jajaran camat se-Kabupaten Purwakarta, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat.

Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin mewakili Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan bahwa di era globalisasi, banyak warga yang berupaya mencari kesejahteraan di luar negeri.

Namun, kesempatan ini juga dibayangi risiko besar menjadi korban kejahatan transnasional.

“Kita semua memahami, globalisasi membawa banyak peluang sekaligus tantangan. Banyak warga kita yang ingin mengadu nasib di luar negeri demi meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, di balik itu ada ancaman serius berupa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM),” ujar Abang Ijo, Kamis (25/09/2025).

Program ini tidak hanya berfungsi memberikan edukasi, tetapi juga menjadi benteng perlindungan agar masyarakat menjadi lebih waspada, cerdas, dan mandiri dalam mengurus dokumen dan memahami aturan keimigrasian yang berlaku.

Apresiasi tinggi disampaikan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang atas inisiasi program ini di Purwakarta, serta kepada Pemerintah Kecamatan Plered dan Pemerintah Desa Citeko atas sinergi yang cepat sehingga Desa Citeko terpilih sebagai lokus percontohan.

Program Desa Binaan Imigrasi ini juga diselaraskan dengan kearifan lokal. Disebutkan bahwa falsafah Sunda “Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh” yang berarti saling mengasihi, saling memberi ilmu, dan saling membimbing sangat sejalan dengan tujuan program ini.

“Masyarakat bukan hanya dilindungi, tetapi juga diberi bekal pengetahuan agar bisa mandiri dan tidak mudah ditipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Lebih lanjut, program ini diharapkan dapat mewujudkan masyarakat Purwakarta yang memenuhi nilai-nilai luhur Sunda: “Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer”.

Cageur (Sehat)

Bageur (Berakhlak Baik/Baik Hati)

Bener (Jujur/Benar)

Pinter (Cerdas)

Singer (Tangguh/Mawas Diri/Kreatif)

Diharapkan, melalui Desa Binaan Imigrasi, masyarakat akan menjadi individu yang sehat, berakhlak baik, jujur, cerdas, dan tangguh dalam menghadapi tantangan hidup.

Menutup Abang Ijo menegaskan harapan agar Desa Citeko dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Purwakarta, sesuai dengan pepatah Sunda, “Hirup Kudu Ngahirupkeun Batur,” yang bermakna hidup harus memberi manfaat bagi sesama.

Pihaknya juga mengajak pihak terkait dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga dan menjalankan program ini secara bertanggung jawab, tidak hanya sebatas seremonial.

“Saya yakin, dengan gotong royong, sinergi, dan semangat kebersamaan, Desa Citeko akan menjadi desa yang lebih maju, mandiri, dan mampu melindungi warganya,” tutupnya.