PENDIDIKAN

Pemkab Solok Siapkan Lahan 13 Hektar untuk Sekolah Rakyat

×

Pemkab Solok Siapkan Lahan 13 Hektar untuk Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SOLOK – Pemerintah Kabupaten Solok telah menyediakan lahan seluas 8 hektar di Lubuk Selasih, yang nantinya akan diperluas hingga total 13 hektar untuk dimanfaatkan dalam melaksanakan program Sekolah Rakyat.

Hal itu diungkapkan Bupati Solok Jon Firman Pandu saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang hadir bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda dan Gubernur Mahyeldi Ansharullah di Jorong Lubuk Selasih Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang pada Sabtu (03/05/2025).

Kata Jon Firman Pandu, kesiapan dan keseriusan pihaknya, dalam melaksanakan Sekolah Rakyat yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat. Sekolah Rakyat ini adalah langkah besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Solok,” ucapnya.

Diketahui, Sekolah Rakyat merupakan program yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrim, yang rencananya akan dimulai pada Bulan Juli 2025.

Di tempat aama, Anggota DPR RI Andre Rosiade mengungkapkan, Sumatera Barat terpilih sebagai salah satu dari enam provinsi di Indonesia, yang akan menjadi lokasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

“Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintahan Presiden Prabowo juga memprioritaskan pembangunan di Sumatera Barat. Program Sekolah Rakyat ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan,” ujar Andre Rosiade.

Sementara itu Menteri PU Dody Hanggodo juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Solok dalam mendukung program Sekolah Rakyat.

“Saya sangat mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Ini merupakan wujud perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di daerah, terutama untuk masyarakat yang berada di garis depan kemiskinan dan kesulitan akses pendidikan,” jelasnya.

Dody mengatakan, Sekolah Rakyat bukan hanya menawarkan pendidikan formal. Tetapi juga mengintegrasikan fasilitas pendukung seperti asrama, lapangan olahraga, dan pelatihan keterampilan yang akan mendukung kemandirian ekonomi dan ketahanan sosial masyarakat.

“Pemerintah Pusat, melalui Kementerian PU akan terus mendukung program-program strategis seperti ini untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Baik dari segi infrastruktur maupun akses terhadap pendidikan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutup Dody.