MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terus memantapkan langkah dalam memperkuat identitas budaya daerah. Menyambut Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Forum Kenal Latih Busana Adat di Ballroom Hotel Narita, Kamis (30/10/2025).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk menggali nilai-nilai budaya lokal sekaligus merumuskan busana adat khas Tulungagung, termasuk pengenalan udeng (ikat kepala) yang digadang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Bumi Gayatri.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., dalam sambutannya mengucapkan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, S.Sos., yang hadir sebagai pemateri bersama Kanjeng Pangeran dari Kraton Surakarta, serta para seniman dan komunitas budaya.
“Saya yakin semua yang hadir di sini sangat peduli untuk merawat dan mengembangkan budaya Tulungagung. Kami berterima kasih kepada DPRD yang telah menginspirasi kegiatan ini. Di eksekutif, kami terus berjuang menjaga warisan budaya,” ujar Bagus kerap disapa.
Bagus menegaskan bahwa salah satu misi forum ini adalah memperjelas ciri khas budaya Tulungagung, yang hingga kini masih perlu dikuatkan agar memiliki pembeda dari daerah lain.
Menurutnya, melalui pengenalan udeng dan baju adat, Kabupaten Tulungagung dapat menemukan simbol yang benar-benar mencerminkan karakter daerah.
“Selama ini ciri khas Kabupaten Tulungagung masih belum menonjol. Dengan adanya udeng dan baju adat khas ini, kita ingin membentuk identitas yang kuat dan melekat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembuatan udeng sebenarnya sederhana dan hanya memakan waktu sekitar 10 menit, namun pemahaman tentang makna filosofis serta cara pemakaiannya perlu dikaji bersama agar tidak sekadar menjadi atribut busana.
“Saya sendiri belum tahu makna filosofis udeng ini. Semoga lewat forum ini kita menemukan jawabannya, dan mampu menetapkan identitas budaya Tulungagung yang autentik,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, S.Sos., dalam paparannya menekankan pentingnya setiap kegiatan budaya untuk menghidupkan kembali semangat masyarakat dalam pemajuan kebudayaan lokal.
“Setiap event pemerintah harus berkontribusi bagi kebangkitan budaya. Tulungagung ini punya sejarah panjang sejak abad ke-3, bahkan terkait legenda Ibu Gayatri dan motif batik kawung. Nilai-nilai itu harus kita gali lagi,” ungkapnya.
Ia menilai forum ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat dalam menggagas arah kebudayaan Tulungagung yang berkelanjutan, kreatif, dan berdaya saing, menuju semangat Indonesia Emas 2045.
Dengan terselenggaranya Forum Kenal Latih Busana Adat, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap lahir udeng dan baju adat khas Tulungagung yang tak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga merepresentasikan jati diri dan filosofi budaya daerah.
Langkah ini menjadi tonggak penting menuju lahirnya ikon budaya Tulungagung, daerah yang tak sekadar kaya sejarah, tapi juga teguh menjaga warisan leluhur untuk generasi mendatang.














