BERITA TERKININUSANTARA

Pemkab Tulungagung Jalin MoU Bersama Fakultas Kedokteran UB Malang

×

Pemkab Tulungagung Jalin MoU Bersama Fakultas Kedokteran UB Malang

Sebarkan artikel ini
Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., didampingi Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., usai menerima audiensi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso setempat, Senin (23/5) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., menyebut kesehatan merupakan prioritas utama untuk mewujudkan manusia sehat.

Maryoto mengatakan, dalam menjalin Memorandum of Understanding (MoU) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur tentang penanganan kesehatan baik secara aplikatif atau medis maupun penanganan lainnya.

Hal ini disampaikan usai melakukan audiensi bersama Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (23/5/2022) Pagi.

“Menjalin nota kesepahaman bersama FK UB Malang dalam bidang kesehatan,” kata Bupati Maryoto didampingi Wakil Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., dihadapan insan media.

Orang Nomor 1 Kabupaten Tulungagung menambahkan, dalam menjalin MoU tersebut sesuai dengan 5:Program Pemerintah yang pertama terkait Pengembangan Sumber Daya Manusia.

“Adapun SDM yang dimaksud sektor pendidikan maupun kesehatan. Kita menyadari hal kesehatan itu merupakan wajib dipenuhi karena menyangkut kesehatan daripada manusia menjadi prioritas utama untuk diwujudkan agar manusia sehat,” tambahnya.

Lebih lanjut Maryoto menjelaskan, dalam nota kesepahaman tersebut diantaranya membuat program pelayanan kesehatan dan tidak hanya untuk kompentesi tenaga kesehatan (Dokter spesialis.red).

Disamping itu masalah pengembangan lainnya menyangkut kesehatan masyarakat, hal ini merupakan amalan dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Kita menyadari mengantisipasi suatu penyakit yang semakin berkembang itu harus disertai dengan kompetensi tenaga medis maupun alat kesehatan harus semakin canggih,” terangnya.

“Seperti dalam hal penanganan penyakit jantung di Tulungagung selama ini bisa ditekan sedemikian rupa,” imbuhnya.

“Selain itu, dalam pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 semakin melandai, tidak lepas dari peran para tenaga medis maupun stakeholder terkait,” pungkasnya.

Tempat sama, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Wisnu Barlianto mengatakan hal serupa dalam nota kesepahaman bersama Pemerintah kabupaten Tulungagung dalam hal kesehatan.

Ia menambahkan, dalam menjalin kerjasama dengan Pemkab Tulungagung khususnya dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak untuk penempatan peserta didik baik spesialis maupun profesi.

“Iya benar, sebenarnya kerjasama ini sudah terjalin mulai tahun 2007 lalu, dalam penempatan peserta didik baik spesialis maupun profesi,” katanya.

Menurut Wisnu, dalam MoU ini pihaknya telah menyepakati beberapa hal diantaranya memprioritaskan kesehatan.

“Iya benar, kita kedepannya sesuai tertuang dalam kerjasama akan melakukan pengembangan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” tambahnya.

“Selain itu, dalam kesehatan masyarakat bagaimana melakukan upaya preventif sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” sambungnya.