MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dari limbah bambu yang sebelumnya terbuang, masyarakat Desa Banu Ayu, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan kini mampu menciptakan sumber penghidupan baru yang berkelanjutan. Melalui inovasi sederhana dari produksi tusuk sate, serbuk bambu diolah menjadi peluang ekonomi yang memberi nilai tambah bagi warga.
Upaya tersebut dijalankan oleh Kelompok Tunas Muda yang didominasi pemuda-pemudi desa sebagai penggerak utama, serta diperkuat melalui Program Gelora Banu Ayu oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Baturaja sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut berfokus pada penguatan ekonomi berbasis lingkungan sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Dengan semangat berinovasi, kelompok mengolah limbah serbuk bambu menjadi bahan baku bernilai guna melalui pendekatan ekonomi sirkular berbasis zero waste. Serbuk bambu tersebut dimanfaatkan menjadi sekitar 400 baglog atau media tanam jamur tiram.
Dari proses tersebut, kelompok mampu menghasilkan panen 8 hingga 10 kilogram per siklus. Panen dilakukan dua kali dalam seminggu dengan pendapatan sekitar Rp250 ribu per panen, sehingga secara rata-rata memberikan tambahan penghasilan hingga sekitar Rp2 juta per bulan bagi masyarakat yang terlibat.
Selain meningkatkan pendapatan, kegiatan ini turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal serta mengubah pola pikir masyarakat bahwa limbah dapat dimanfaatkan menjadi sumber penghidupan.
Perwakilan Kelompok Tunas Muda, Noprian, menyampaikan bahwa perubahan yang dirasakan masyarakat cukup signifikan.
“Kami belajar bahwa tidak ada yang benar-benar terbuang. Apa yang dulu dianggap sisa, kini menjadi sumber penghidupan dan peluang untuk berkembang,” ujar Noprian.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pemanfaatan limbah sebagai sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Melalui Program Gelora Banu Ayu, kami mengoptimalkan pemanfaatan limbah bambu agar tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Upaya ini diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Rusminto.
Program tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), melalui penciptaan nilai ekonomi sekaligus pengurangan dampak lingkungan. Melalui Program Gelora Banu Ayu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkontribusi dalam pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan serta memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan desa.(*)














