MATTANEWS.CO,MURATARA – Meskipun Gencatan Senjata simbol tanda perdamaian Israel-Palestina sudah menemukan titi temunya pada Jum’at dini hari pukul 02.00 (21/5) lalu namun banyak para pakar tetap masih mengkhawatirkan soal konsistensi Israel mengingat 2014 juga pernah dikhianati juga olehnya, bahkan selang 12 jam dari Gencatan Senjata tentara Israel kembali menyerang jama’ah shalat Jum’at di Masjid Al Asha dengan menembakkan gas air mata dan peluru kejut dilanjutkan juga pada hari Minggu, (23/5) juga serangan beringas di tempat yang sama.
Atas dasar humanity solidarity Aliansi Pemuda Muratara mengadakan Aksi Sosial Peduli Palestina dengan long march dari Masjid As Syuhada Rupit menuju ke Simpang Empat Rupit sambil penggalangan dana dan orasi kemanusiaan dari tiap perwakilan organisasi yang tergabung.
Fertandi Saisu Jemoksen, selaku Koordinator Aksi menyampaikan, Palestina adalah harga diri kemanusiaan masyarakat dunia, tidak perlu menjadi Muslim untuk membelanya, cukup menjadi manusia saja. Jadi, membela Palestina berarti membela kemanusiaan dan kemerdekaan hakiki.
Alhamdulillah aksi sosial hari ini dikawal langsung oleh pihak Kepolisian dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, terima kasih tak terhingga atas perhatiannya untuk Pak Eko Kapolres beserta semua jajarannya.
“Adapun yang tergabung disini yaitu KAMMI Muratara, PUI Muratara, BMI Muratara, HPP Muratara, PPD Lesung Batu dan LKS Muratara merupakan salah satu cara untuk memberikan informasi kebenaran yang terjadi di Palestina kepada masyarakat terdekat kita,” jelasnya.
Lanjut Ketua KAMMI Beselang Serundingan ini bahwasanya sebagai anak-anak muda, kita tentu tidak boleh lupa bahwa dulunya Mufti Palestina
Syaikh Muhammad Amin Al Husaini bersama yang lain pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia dan berdonasi besar untuk pembangunan pertama kali di NKRI tercinta.
Sementara itu dalam orasinya Tanzil Putra mengajak, masyarakat Muratara khususnya dan Indonesia umumnya kita harus terus bergerak membantu Palestina dan terus menyuarakan kemerdekaannya dengan ruh jiwa dan dengan harta terbaik.
“We are standing together with Palestinians!,” tegas Tanzil.
Kita mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan dengan do’a maupun ikhtiar lainnya untuk menjaga kesucian Masjid Al-Aqsa adalah keharusan karena sebagai kiblat pertama umat Islam, oleh karena itu dari Aliansi Pemuda Muratara Cinta Palestina, sebagai rasa solidaritas dan kemanusiaan, kami mengadakan aksi penggalangan dana, ini merupakan wujud kepedulian generasi muda untuk membantu meringankan beban penderitaan warga Palestina yang ditindas dan dijajah oleh zionis Israel laknatullah.
Sementara itu Thoriq Amrillah, dari PPD Lesung Batu menegaskan, ini adalah soal kemanusiaan, penderitaan mereka adalah penderitaan kita semua, hentikan homo homini lupus di negeri suci para Nabi tersebut.
Palestina adalah tanah yang suci, disana tempat risalah Tauhid Nabi Ibrahim Bapaknya para Nabi dan Rasul ditancapkan, Nabi Isa Tuhannya Nasrani dilahirkan dan Nabi Muhammad melaksanakan Isra’Mi’raj risalah shalat umat Islam.
Dari Palestina laham tauhid Nabi Ibrahim itu kemudian disebarkan oleh putra-putranya yaitu Nabi Ismail AS (1911-1774 SM) dan Nabi Ishak AS (1897-1717 SM), yang telah melahirkan agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Putra Nabi Ishak, yaitu Nabi Ya’qub (1837-1690 SM) bergelar Israel yang sangat menyita perhatian kita hari ini, yang dalam bahasa Ibrani berarti roh Allah. “Dialah yang menjadi nenek moyang Bani Israel saat ini.”Pungkas qori yang juga kader HPP Muratara PC Palembang ini.
Aliansi Pemuda Muratara Cinta Palestina ini juga berhasil mengumpulkan donasi dengan jumlah Rp 4.058.000 yang akan disalurkan ke lembaga yang langsung terkoneksi ke bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Ini juga merupakan wujud konkret bahwa meskipun nun jauh disana namun suasana kebatinan dan vibrasi hati bisa kita rasakan sampai kesini di Bumi Beselang Serundingan. (*)














