MATTANEWS.CO, OKI – Penguatan armada evakuasi dan distribusi logistik memang penting dalam situasi darurat banjir. Namun tanpa pembenahan kebijakan pencegahan, bantuan serupa berpotensi kembali turun pada musim hujan berikutnya dengan cerita yang nyaris sama.
Mitigasi Banjir Kabupaten Ogan Komering Ilir(OKI), sekali lagi, ditangani setelah air bah datang, bukan sebelum bencana berulang terjadi.
Pemerintah pusat kembali menurunkan bantuan darurat ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyusul banjir yang merendam empat kecamatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia menyerahkan dukungan logistik dan peralatan darurat senilai Rp395,4 juta kepada Pemerintah Kabupaten OKI, Kamis (15/12026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, kepada Bupati OKI Muchendi Mahzareki di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Paket bantuan meliputi dua unit perahu karet lengkap dengan mesin 25 PK, ratusan paket sembako, matras, selimut, terpal, hingga perlengkapan kebersihan bagi pengungsi.
Menurut Eviana, bantuan ini dimaksudkan untuk mempercepat penanganan darurat, terutama evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. “Kecepatan distribusi menjadi kunci agar beban masyarakat tidak berlarut,” kata dia.
Selain fokus bantuan, meskipun dihadiri BNBP Pusat, sejauh ini belum terlihat peta jalan kebijakan mitigasi banjir yang komprehensif disampaikan dalam kesempatan tersebut. Tidak ada penjelasan mengenai evaluasi tata kelola drainase, pengendalian alih fungsi lahan, maupun normalisasi sungai yang selama ini kerap disebut sebagai faktor pemicu banjir di Bumi Bende Seguguk ini.
Kehadiran bantuan darurat ini sendiri kembali menegaskan satu persoalan lama yakni banjir di beberapa wilayah Kabupaten OKI bersifat berulang dan nyaris selalu ditangani dalam kerangka respons jangka pendek. Data lapangan menunjukkan, wilayah seperti Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan hampir setiap musim hujan masuk dalam daftar langganan banjir.
Bupati Muchendi mengakui bahwa pemerintah daerah masih berfokus pada penanganan darurat. Selain bantuan BNPB, Pemkab OKI telah menyalurkan lebih dari 500 paket sembako dan berbagai perlengkapan pengungsian. Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan benih bagi petani yang lahannya terendam.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Sedangkan penyaluran bantuan akan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran,” pungkasnya.














