NUSANTARA

Pengurus Cabang Ansor PALI Gelar DTD Banser Angkatan ke-5, Ini Tujuannya 

×

Pengurus Cabang Ansor PALI Gelar DTD Banser Angkatan ke-5, Ini Tujuannya 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALI – Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser Angkatan Ke-V yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PALI berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Tegal Rejo Al-Qomari Desa Pengabuan Timur.

Mengusung tema “Menumbuhkan Rasa Asah, Asih, Asuh Dalam Menguatkan Militansi”. DTD Banser Angkatan Ke-V diselenggarakan mulai 06 Januari-08 Januari 2026.

Arismin, Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP ANSOR) Kabupaten PALI mengatakan DTD ini adalah proses awal kaderisasi yang ada di tubuh Ansor melalui Banser.

“Untuk membentuk Pemuda yang militan, toleran, cinta tanah air, berjiwa kebangsaan, dan siap mengawal ulama serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) NU, mencetak kader yang kuat secara mental, intelektual, dan spiritual sebagai motor penggerak organisasi dan benteng keutuhan bangsa,” ungkapnya Rabu (07/01/26).

Menurut sahabat Arismin, karena di Ansor Banser ini tidak ada gaji nya, di Ansor Banser ini tidak ada fasilitas nya. Ini adalah ruang untuk melakukan khidmat kepada NKRI.

Dan juga khidmat kepada para ulama, para kyai-kyai kita, para guru-guru kita para muaziz Nahdlatul Ulama’.

“Tidak ada kata lain sahabat-sahabat. Ini adalah bentuk pengabdian kita. Ini adalah bentuk khidmat kita kepada Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Arismin, oleh karena itu mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan cita-cita besar

Para pendiri kita, para ulama, para kyai-kyai kita, para muaziz Nahdlatul Ulama’ dan gerakan Pemuda Ansor serta menjaga dan mensyiarkan paham aqidah Ahlussunah Waljama’ah annahdhiyah.

Kedua yang ingin kami sampaikan, kata Arismin “sekalian nanti kedepan tanggung jawab sahabat-sahabat besar, pertama menjadi benteng dan menegakkan paham aqidah Ahlussunah Waljama’ah annahdhiyah. Dan menjadi benteng Negara kesatuan Republik Indonesia.

Itu mungkin tidak mudah sahabat-sahabat bnyak tantangan yang harus kita lalui, kita sering di hina kita sering dibenturkan kita sering difitnah,

Akan tapiii… Semakin sering kita dihina semakin sering kita difitnah,  justru itu semakin menguatkan kita semua untuk bergerak berjuang untuk Agama bangsa dan negara,” jelasnya.

Masih dikatakan Arismin ia mengatakan oleh karena itu sahabat-sahabat di Banser ini, di Barisan Ansor serbaguna,.

Kenapa di sebut barisan bukan pasukan Ansor. Karena sahabat-sahabat di bentuk dan disiapkan untuk berjuang bersama-sama. Satu barisan, satu irama, satu frekuensi, dan satu komando.

“Sebagai Anggota Banser tidak boleh bergerak sendri, harus satu barisan harus satu komando. Anggota Banser yg ada di tingkat kabupaten Harus Satu komando dgn Kasatkorcab nya, Satu komando di bawah perintah Pimpinan Cabang.

Begitupun kami satu komando di bawah perintah Ketua Pimpinan Wilayah, dan kami semua satu komando di bawah perintah Ketua umum Gus Addin Jauharuddin. Apapun yg di perintahkan harus siap siaga.” Tukasnya.