[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, KARAWANG – Pandemi COVID-19 ternyata berdampak besar terhadap penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Para pemilik perusahaan pun harus melakukan sejumlah terobosan. Jika terlambat mengambil langkah, efeknya sangat berbahaya bagi keberlangsungan perusahaan. Strategi itu diungkapkan Direktur PT Sarana Abadi Raya (SAR), Dr (c) Dhiraj Kelly Sawlani, PT SAR merupakan salah satu perusahaan yang fokus mengembangkan proyek konstruksi di Indonesia.
“Demikian halnya perusahaan swasta, yang ingin melakukan ekspansi banyak yang menahan proyek konstruksinya sampai dengan pandemi berakhir. Mereka masih melakukan efisiensi untuk menjaga cash flow perusahaan di tengah pandemi. Dari itu kita harus bisa menciptakan terobosan baru di situasi ini,” ujar Dhiraj, saat dibincangi wartawan online media ini, di Kantor PT Sarana Abadi Raya, Karawang Business Square Blok A No.1-2, Jalan Surotokunto No. 28 Karawang, Sabtu (31/07/2021).
Menurut Dhiraj Kelly, dampak yang paling nyata akibat pandemi bagi pengusaha konstruksi, adalah banyaknya anggaran konstruksi yang direfocusing ke anggaran covid-19. Proyek strategis nasional dan proyek – proyek APBD saat ini masih berjalan sesuai dengan anggaran yang sudah ditentukan, dan tetap berjalan sesuai jadwal.
“Namun, seperti sebelumnya, anggaran proyek pemerintah yang masih sesuai dengan perencanaan mayoritas bersumber dari APBD. Dan anggaran proyek swasta yang masih sesuai dengan jadwal mayoritas berasal dari proyek strategis nasional,” paparnya.
Pengusaha Kontruksi ini menjabarkan, strategi salah satu cara yang dilakukan PT Sarana Abadi Raya, agar tetap bertahan.
“Yaitu, dengan melakukan efisiensi tenaga kerja baik indirect labour maupun direct labour. Untuk indirect labour, pihaknya menempatkan seorang project manager di beberapa proyek sekaligus, demikian halnya surveyor, quantity survey dan quality control. Sedangkan, untuk direct labour dapat kita berikan insentif apabila dapat mengerjakan pekerjaan sesuai schedule tanpa harus menggunakan terlalu banyak tenaga kerja. Hal ini dapat memotivasi tenaga kerja kita untuk bekerja secara lebih optimal. Dengan demikian, proyek dapat diselesaikan tepat waktu, dengan kualitas yang baik, harga yang kompetitif tanpa melibatkan tenaga kerja yang terlalu berlebihan,” bebernya.
Sebagai pengusaha konstruksi, Dhiraj berharap kepada pemerintah, agar anggaran terkait pembangunan dapat ditingkatkan kembali seperti sediakala.
“Kami berharap pemerintah bisa memberikan fasilitas bagi perusahaan swasta yang ingin melakukan ekspansi usaha, agar memperoleh pendanaan dengan skema pinjaman lunak, agar roda ekonomi dapat berputar seperti sedia kala dan kami pengusaha jasa konstruksi dapat memperoleh banyak peluang pekerjaan,” tukasnya.














