BERITA TERKINI

Penyangga Stok Nasional Kabupaten OKI Percepat Tanam Atasi Krisis Pangan

×

Penyangga Stok Nasional Kabupaten OKI Percepat Tanam Atasi Krisis Pangan

Sebarkan artikel ini

Reporter : Rachmat Sutjipto

OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co -Badan PBB dan FAO menyatakan pandemi Covid-19 dapat mempengaruhi keamanan pangan global.

Sebab, Covid-19 telah mengganggu ketersediaan tenaga kerja dan rantai pasokan.

Lembaga Internasional urusan pangan ini juga menyatakan gangguan pangan kemungkinan akan muncul pada bulan April dan Mei 2020.

Social distancing jadi salah satu penghambat di sektor pertanian. Industri pengolahan makan juga terkendala dalam memproses produk pertanian.

Upaya Kementerian Pertanian yakni percepatan tanam terutama pada daerah-daerah lumbung pangan nasional termasuk Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel).

Bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo 2 Gubernur dan 15 Bupati se-Indonesia, Wakil Bupati (Wabup) OKI M. Dja’far Shodiq turut melakukan tanam serentak padi dan jagung secara daring di Desa Sungai Belida Kecamatan Lempuing Jaya, Selasa (12/5/2020).

Menteri Pertanian Yasin Limpo mengingatkan, untuk menyegerakan percepatan tanam mengingat di Bulan Juni diperkirakan akan lebih kering.

“Siapkan lahan yang sudah dipanen untuk segera ditanam. Prediksi BMKG Juni dan seterusnya akan lebih kering,” ucapnya.

Kementerian Pertanian akan membantu dukungan sarana produksi (Saprodi) pertanian, untuk mendukung percepatan itu.

“Bibit dan pupuk untuk segera disalurkan. Penting lagi tambah dia soal pengaturan air (water management),” katanya.

Guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional, di tahun 2020 Pemkab OKI menarget produksi gabah kering panen sebesar 874.869 ton.

Sedangkan target produksi beras sebesar 557.729 ton. Yaitu dengan asumsi kebutuhan beras 96.725 ton/tahun, sehingga dapat surplus sebanyak 461.004 ton beras.

Wabup OKI Dja’far Shodiq berharap kepada para petani dan dinas terkait di Kabupaten OKI Sumsel, agar benar-benar menggerakkan program percepatan tanam.

“Jika melihat produksi di tahun-tahun sebelumnya, kami optimis Kabupaten OKI bisa terus menjadi lumbung pangan di Sumsel dan produsen padi nasional,” ungkapnya.

Dia juga meminta dukungan saprodi ke Mentan, seperti combain harvester dan pengolaan irigasi untuk memudahkan petani mengolah lahan mereka.

“Untuk lahan kami sangat luas, bahkan kami siap jika harus mencetak sawah baru. Untuk itu petani kami sangat membutuhkan dukungan dari Pak Menteri agar semakin cepat mengolah lahan,” ucapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura OKI Sahrul optimis, mampu mencapai target yang diminta. Mengingat luasnya lahan pertanian di Kabupaten OKI Sumsel.

“Dari target tahun 2020, saat ini produksi gabah kering panen sudah terealisasi 219.432 ton, sedangkan produksi beras telah terealisasi 139.088 ton,” ujarnya.

Dengan sisa waktu tunuh bulan, dia optimis target ini tercapai. Sebab ada beberapa daerah di Kabupaten OKI yang masih melakukan puncak panen di bulan Mei 2020 ini.

Editor : Nefri