Reporter : Adi
PALEMBANG, Mattanews.co – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Bagian Selatan (Badko HMI Sumbagsel) bekerjasama dengan Dewan Pengurus Wilayah Perhimpunan Gerakan Kebangsaan Provinsi Sumatera Selatan (DPW GPK Sumsel) menggelar diskusi publik dengan tema “Peran Pemuda Dalam Melawan Praktek Intoleran dan Gerakan Radikalisme Menjelang Pilkada Serentak Sumatera Selatan Tahun 2020”. Acara sendiri berlangsung di Guns Cafe Palembang, Kamis (30/01/2020).
Dalam diskusi ini awalnya akan menghadirkan narasumber dari Badan Intelegen Negara Daerah (BINDA) Sumsel, Dr Ega Mandala M Si, tokoh politik Firdaus Hasbulah, Koordinator Pemuda NKRI Sumsel, Akhmad Marzuki, Sospol & Budaya, Bagindo Togar dan dimoderatori oleh Hardi Bubut Saputra. Akan tetapi dua narasumber dari Binda Sumsel dan tokoh politik tak dapat hadir karena suatu hal.
Koordinator Pemuda NKRI Sumsel, Akhmad Marzuki dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa gerakan intoleran yang terjadi diduga sudah di design oleh sekelompok orang yang tujuannya untuk memanfaatkan keadaan.
Disebutkannya juga, terkait gelaran Pilkada serentak di Tujuh Kabupaten/Kota di Sumsel meliputi Kabupaten OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan PALI yang akan berlangsung bulan September tahun 2020 mendatang, potensi yang kemungkinan terjadi adalah isu kesukuan.
“Kita berharap isu kesukuan ini tak menelurkan terjadinya gerakan intoleran dan menimbulkan konflik dan gesekan sosial di masyarakat,” ucapnya.
Ditempat yang sama, pengamat Sosial Politik Budaya Bagindo Togar menyampaikan bahwa masyarakat harus responsif apabila ada gerakan intoleransi yang sudah mengganggu ruang publik.
“Sudah seharusnya kita mengapresiasi dengan keadaan Zero Konflik di Provinsi Sumsel yang kita banggakan ini, dan ini harus selalu kita jaga bersama,” imbaunya.
Sementara mengenai hal tingkat tidak keadilan ekonomi, kemungkinan besar juga bisa menjadi isu intoleransi, namun tidak sebuah masalah keadilan ekonomi
“Jadi, apakah Pilkada setiap lima tahunan ini akan menberikan efek soal ekonomi, seperti di PALI apakah masyarakat mejadi sejahtera setelah proses Pilkada, saya ingin mengatakan Pilkada harus memberikan manfaat bagi masyarakat, jadi Pilkada bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ungkapnya
Sementara itu, Ketua Pelaksana dan juga Pengurus Badko HMI Sumbagsel, Muhammad Hatta menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan tak lain untuk mengajak kaum muda serta kaum millenial untuk bersama-sama menjaga toleransi dan stabilitas keamanan di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumsel yang juga akan menghelat gelaran Pilkada serentak di tahun 2020 ini.
“Bagaimana kita sebagai generasi muda, generasi milenial, ingin tetap melihat Indonesia kedepan, mungkin sampai satu hari sebelum kiamat, itu masih utuh. Masih tetap dalam kondisi damai dan harmoni,” ujarnya.
Sambungnya, generasi muda sendiri harus turut memberantas intoleransi dan radikalisme. “Kita lah sebagai generasi milenial yang akan meneruskan estafet perjuangan pahlawan terdahulu. Dengan apa? Dengan memutus rantai fenomena-fenomena gerakan intoleran dan radikalisme tersebut,” ajaknya.
Sedangkan menurut Ketum Badko HMI Sumbagsel, Bambang Irawan mengatakan bahwa generasi muda menjadi target empuk bagi momentum apapun, sebab jiwa yang dimiliki generasi muda masih sangat murni dari pengaruh manapun.
“Maka sering kali kita jumpa kaum muda (pemuda) menjadi ‘operator’ dalam setiap momentum apapun. Terlebih dalam hal ini sektor ideologi yang radikalisme dan mengandung sikap intoleran terhadap sebangsa. Kaum muda sangat mudah bersikap intoleran dan bertindak radikalisme jika dirinya tidak ada benteng untuk bercengkrama dengan ideologi atau paham yang baru dikenalnya,” terang dia.
Ditambahkannya, dengan diskusi ini HMI berinisiatif memberikan “rangsangan” bagi Pemuda Sumsel untuk bersama-sama memperkokoh jiwa nasionalisme dengan spirit spiritual seperti yg diajarkan leluhur bangsa ini.
Editor : Anang














