MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stanting (TPPS), di Pendopo rumah jabatan Bupati Kapuas Hulu, Selasa (12/08/2025).
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim TPPS dan mitra kerja lainnya dalam melaksanakan kegiatan yang mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
“Melalui kegiatan ini tercipta komitmen dari seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan stunting secara bersama, serta program yang telah dirancang dapat di realisasikan dengan baik,” kata Bupati dalam sambutannya.
Bupati katakan, melalui peraturan presiden No 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan BKKBN ditunjuk sebagai ketua pelaksana TPPS.
“Stunting merupakan salah satu factor yang mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju SDM unggul, Indonesia maju,” tuturnya.
Selain itu, stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal.
“Hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar, anak akan berada dibawah rata-rata dan bisa berakibat vatal pada prestasi anak,” ujar Bupati.
Oleh sebab itu, kunci pencegahan dan penanganan kasus stunting harus dimulai dari anak remaja putri, calon pengantin, ibu hamil dan ibu menyusui, yaitu pada saat masa prakonsepsi sampai dengan 1.000 hari pertama kehidupan.
“Tim percepatan penurunan Stunting harus meningkatkan efektifitas, karena tanpa komitmen dan kemauan yang kuat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting,” ujar Bupati
Untuk itu, gerakan kita hari ini pelaksanaan kegiatan dan pelayanan kepada sasaran stunting harus dilakukan secara terpadu serta butuh komitmen kuat dari semua stakeholder.
“Tidak hanya menjadi tugas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tapi butuh keterlibatan semua pihak yang ada di negeri ini, pastinya sia-sia dan dapat dipastikan kegiatan kita hanya sebatas semboyan, tapi miskin gerakan,” tegas Bupati.
Oleh karenanya, tantangan ini tentunya harus kita tangani secara baik, terukur, terarah dan akuntabel melalui kerja nyata, kerja tuntas, kerja cerdas dan kerja berkualitas.
“Dengan membangun sinergitas, kolaborasi dan akselerasi semua pihak agar kita tetap bisa membangun generasi masa depan, menjadi generasi yang unggul, berdaya saing dan berkualitas,” ungkap Bupati.
Dilanjutkan Bupati, sinergi dan kolaborasi seluruh perangkat daerah juga penting, jangan lempar tanggung jawab, karena penanganan stunting tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab dinas kesehatan, maupun dinas DPMDPPKB dan juga Bapeda semata.
Maka dari itu, hari ini seluruh stakeholder kita hadirkan dengan tujuan agar kita dapat menyamakan presepsi, membuat rencana kerja serta rencana aksi yang lebih cepat tingkat prevalensi stunting yang masih tinggi perlu segera kita atasi bersama.
“Baik pemerintah Kabupaten, Kecamatan, desa, Individu, komunitas, lembaga donor maupun swasta harus bersinergi dan bersatu dalam upaya penanggulangan stunting, “ucap Bupati.
Kemudian, sesuai dengan strategi nasional penangulangan stunting, telah ditetapkan 5 (lima) pilar pencegahan stunting.
“Pertama, komitmen dan visi kepemimpinan, kedua, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, ketiga, konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat daerah dan desa, ke empat, ketahanan pangan dan gizi, dan kelima pemantauan dan evaluasi, “pungkas Bupati Kapuas Hulu.














