BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Perempuan di Tulungagung Hilang Diduga Terjun ke Sungai Brantas, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

×

Perempuan di Tulungagung Hilang Diduga Terjun ke Sungai Brantas, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Seorang perempuan berinisial P.C.A (26), warga Desa Tapan dilaporkan hilang dan diduga menjeburkan diri ke Sungai Brantas di wilayah Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Hingga Jumat (10/4/2026), tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai. Aparat kepolisian bersama relawan menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.

Kapolsek Kedungwaru AKP Karnoto melalui Kasi Humas Polres Tulungagung IPTU Nanang Murdianto menjelaskan, peristiwa bermula saat seorang saksi yang pulang kerja mendapati korban sudah tidak berada di rumah.

“Setelah ditanyakan kepada keluarga, diketahui korban keluar rumah sambil membawa bunga kenanga yang biasa digunakan untuk ziarah,” ujar Nanang dalam keterangan resmi.

Kecurigaan semakin menguat setelah keluarga melakukan pencarian ke makam umum. Di lokasi tersebut ditemukan boneka milik korban di makam almarhum ibunya. Warga kemudian memberikan informasi bahwa korban terlihat berjalan menuju arah Sungai Brantas.

Petugas yang melakukan pengecekan di sekitar tepi sungai menemukan tas ransel milik korban. Di dalamnya terdapat dua lembar kertas, salah satunya berisi pesan perpisahan yang diduga ditujukan kepada keluarga.

“Atas temuan tersebut, keluarga segera melapor ke kepala desa dan diteruskan ke Polsek Kedungwaru untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari hasil penelusuran sementara, korban diketahui memiliki riwayat depresi sejak kembali dari Yogyakarta. Bahkan, pada Januari 2026 lalu, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri dan masih dalam proses pengobatan.

Saat ini, proses pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Tulungagung, TNI, Polri, serta relawan setempat. Upaya penyisiran dilakukan baik melalui jalur darat maupun aliran sungai.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan korban.

“Sekecil apa pun informasi dari masyarakat sangat berarti untuk mempercepat proses pencarian,” tegasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dukungan serta kepedulian orang terdekat dinilai menjadi kunci dalam mencegah kejadian serupa terulang.