MATTANEWS.CO, OKU TIMUR – Kepolisian Resor (Polres) OKU Timur menggelar apel kebangsaan tiga pilar dengan melibatkan TNI dan Pemerintah Kabupaten setempat guna sinergis, mengendalikan COVID-19 dan pencegahan terorisme serta radikalisme. “Kami yakin melalui apel kebangsaan, tiga pilar dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon.
Ia menjelaskan bahwa apel kebangsaan tiga pilar itu merupakan komitmen untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selama ini kata AKBP Dalizon, bangsa Indonesia memiliki keberagaman dengan perbedaan suku, budaya, bahasa, agama, dan adat istiadat karena wilayahnya berpulau-pulau.
Namun, di tengah perbedaan itu mulai dari Sabang sampai Merauke tetap bersatu padu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indnesia (NKRI). “Kita terus perkuat persatuan sebagai komitmen para pendiri bangsa agar Bhinneka Tunggal Ika tetap maju dan rakyatnya sejahtera,” Katanya menjelaskan.
Menurut dia, pihaknya merasa prihatin melihat kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjadikan tantangan kebinekaan. Kelompok-kelompok tertentu menjadikan ancaman kebinekaan. Begitu pula, sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini, kata dia, makin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media sosial.
Oleh karena itu, kepolisian mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten OKU Timur dapat bersama-sama menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan.
”Mari kita bersikap santun, saling menghormati, saling toleransi, saling membantu, dan bahu-membahu serta bergotong royong untuk kemajuan bangsa,” Tegasnya.
Selanjutnya setelah apel digelar ikrar kebangsaan dipimpin langsung oleh Kapolres dan semua peserta mengikuti ikrar tersebut. Diantara isi ikrar itu adalah kesiapan menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia. Siap menjaga dan melaksanakan amanat UUD 1945. Siap menjaga dan mempertahankan keautuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Siap menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menolak segala bentuk paham radikalisme.














