MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Empat penari kolosal yang akan tampil pada acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIII tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kapuas Hulu, mengalami insiden saat menjalani latihan. Diketahui para penari tersebut sempat pingsan, karena kondisi fisik yang menurun, Jumat (12/9/2025).
Hatta, pembina salah satu sanggar di Putussibau, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden itu dipicu karena banyak penari yang tidak sarapan sebelum mengikuti latihan.
“Banyak penari yang mengikuti latihan tidak sarapan sebelum tampil, sehingga fisik mereka mengalami penurunan dan membuat mereka pingsan,” ujar Hatta saat dikonfirmasi wartawan.
Ia menambahkan, kurangnya asupan makanan sebelum beraktivitas berat menjadi penyebab utama para penari kehilangan tenaga.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi kepada seluruh penari, termasuk memastikan apakah ada yang mengalami sakit atau gangguan kesehatan lainnya.
“Jadi kami akan melakukan teknis supaya tidak ada lagi yang mengalami insiden dan mengalami pingsan,” tutur Hatta.
Lebih lanjut, Hatta menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan penari harus menjadi prioritas utama panitia MTQ.
Insiden ini, kata Hatta, menjadi perhatian serius agar tidak terulang pada saat acara pembukaan yang dijadwalkan berlangsung besok.
“Dengan melakukan evaluasi dan perbaikan teknis, diharapkan tidak ada lagi penari yang mengalami insiden serupa. Keselamatan dan kesehatan penari harus diprioritaskan dalam setiap penampilan,” tuturnya.
Beruntung Petugas Medis dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Kapuas Hulu telah standby di lokasi kegiatan dan sigap melakukan penanganan kepada para penari yang sakit.
Ketua Bidang Kesehatan MTQ Kalbar 2025, Sudarso membenarkan hal tersebut. Petugas medis yang disiagakan di posko kesehatan langsung melakukan penanganan terhadap para penari yang jatuh sakit.
“Ada dua dokter sudah melakukan penanganan kepada mereka, dua dokter itu sudah standby di posko kesehatan, dan para penari yang sakit itu sudah pulang,” ujarnya, Sabtu (13/9/2025).
Menurut Sudarso, dari 11 orang yang diobati 1 orang tidak dianjurkan dokter untuk tampil. “Mungkin cidera dan beresiko kalau dipaksa tampil,” urainya.
Sudarso menegaskan pihaknya selalu stand by untuk melakukan penanganan kesehatan bila dibutuhkan. Dirinya pun menghimbau bila ada kafilah yang sakit bisa segera menghubungi pihaknya. “Selain nakes kami juga sudah siapkan ambulance,” tukasnya.














