MATTANEWS.CO, KOTA MALANG – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) BPR Tugu Arta Sejahtera direncanakan akan ditambah anggaran pada tahun 2026. Kucuran dana permodalan tersebut diperkirakan mencapai Rp35 Milyar untuk meningkatkan sektor permodalan dan meningkatkan ekonomi daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.
Oleh sebab itu, DPRD Kota Malang juga masih menunggu pengesahan Perda yang mana jika sudah disahkan proyeksi tersebut akan berlangsung selama 5 tahun mulai 2026-2031 dengan rincian 7 Miliar per tahun.
Hal itu dijelaskan Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdianto mengungkapkan bahwa peihal Bank Pengkreditan Rakyat Tugu Arta yang mana dari Pansus Penyertaan Modal untuk nambahin modal agar BPR tersebut bisa lebih sehat, lebih bertiprah, lebih luas jangkauannya.
“Memang usulan dari pihak Pemkot untuk menambah modal lewat Pansus yang nantinya menggodok perihal Ranperda Penyertaan Modal BPR Tugu Arta Kota Malang. Sehingga setelah ada pembahasan mulai pertengahan April sampai minggu-minggu kemarin finalisasi hari tadi sudah terfinalkan draft Ranperda Pansus Penyertaan Modal Tugu Arta yang menjadi bijak,” ungkap politisi PDI-P, Senin (19/5/2025).
Menurut Eko, agar Tugu Arta bisa semakin bisa meluaskan, mengembangkan sayapnya sesuai dengan rencana bisnisnya. Bisa lebih banyak memetakan titik-titik pangsa yang akan disasar UMKM terutama disamping pangsa lain yang sudah terlaksana termasuk mungkin ASN, UMKM untuk terus ditingkatkan.
“Hanya seratus sekian yang menjadi sasaran nasabahnya dengan model penyertaan ini nantinya bisa menargetkan atau bisa merangkul sampai ratusan UMKM berdasar kriteria-kriteria yang ditentukan. Saya pikir perkara penelitian nanti ada syarat-syarat yang lebih memudahkan biar masyarakat termasuk UMKM dan di situ juga kemarin setelah kami melakukan raker-raker dengan pihak terkait,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eko menambahkqn bahwa telah melakukan rapat kerja dengan pihak Tugu Arta dan pihak OJK selaku pengawas keuangan, serta pihak BI, termasuk juga dengan pihak narasumber dari Akademisi.
Bahkan dirinya juga telah melakukan kunjungan kerja ke Boyolali yang merupakan salah satu dari sedikit BPR yang bagus Boyolali untuk di adopsi ke Kota Malang.
“Dulu BPR Boyolali sekarang menjadi Bank Boyolali. Sangat luar biasa sekali, setidaknya menjadi referensi kami untuk itu tadi ya, mensinkronisasikan dengan kondisi di Kota Malang. Biar tambahan penyertaan modal ini nantinya bisa dilakukan, dilaksanakan sesuai dengan rencana bisnis BPR Tugu Arta,” tuturnya.
“Intinya masyarakat tersentuh dengan modal semacam itu, tersentuh dari kemudahan mencari kredit untuk pengembangan usaha masing-masing sesuai dengan kemampuan UMKM masing-masing,” terang Eko.
Dimana semua masukan DPRD Kota Malang dari stakeholder itulah yang menjadi kebijakan tersebut untuk merumbuskan drap Ranperda yang telah digodok kemarin sebelum disahkan.
“Harapan kami tentunya begitu perdah ditetapkan tahun depan penyertaan modal tahun pertama dikucurkanharus bisa dimanfaatkan secara maksimal sesuai dengan rencana bisnis BPR Tuku Arta,” katanya.
“Renbisnya apa? Lebih mengembangkan sayapnya terutama untuk memberikan bantuan modal atau kredit atau apa istilahnyabkepada pertama UMKM ya termasuk pedagang kaki lima itu dan seterusnya,” tukasnya.














