MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Risiko kesehatan dan kecelakaan kerja di TPS3R masih tinggi dan kerap luput dari pemahaman pengelola. Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai bersama fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) memberikan sosialisasi K3 dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Sumber Jaya, Senin (19/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diikuti oleh 12 warga dan pengurus TPS3R Sumber Jaya, dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran penerapan K3 dalam operasional sehari-hari.
Materi sosialisasi dan pelatihan disampaikan oleh Supervisor HSSE & Fleet Safety Fuel Terminal Pulau Baai, Havialdo Heydinal, yang membekali peserta dengan pemahaman identifikasi potensi bahaya, pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penanganan kondisi darurat, serta praktik penggunaan APAR sebagai mitigasi awal kebakaran.
“Pengelolaan sampah berisiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Melalui sosialisasi ini, kami mendorong pengelola TPS3R memahami potensi bahaya dan menerapkan prinsip K3 secara konsisten demi keselamatan bersama,” ujar Havialdo.
TPS3R berperan penting menekan timbunan sampah nasional yang mencapai puluhan juta ton per tahun. Namun, aktivitas pemilahan hingga pengolahan sampah menyimpan risiko kesehatan dan keselamatan tinggi, sehingga membutuhkan penerapan K3 dan perlindungan kerja yang memadai.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TPS3R Sumber Jaya, Marliana, yang menyambut baik pelatihan K3 dan penggunaan APAR sebagai kebutuhan penting untuk menunjang keselamatan operasional TPS3R.
“Pelatihan ini sangat membantu. Kami kini lebih memahami keselamatan kerja dan langkah penanganan darurat, termasuk saat terjadi kebakaran,” ujar Marliana.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah hak setiap pekerja, termasuk pengelola sampah.
“Pengelola TPS3R menghadapi risiko tinggi setiap hari. Melalui pelatihan K3 dan APAR ini, kami memastikan mitra binaan bekerja lebih aman dan sehat sekaligus memperingati Bulan K3 Nasional sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial kami,” ujar Rusminto.
Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja pengelola TPS3R dan Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan standar keselamatan yang baik.(*)














