BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat di FT Lubuklinggau

×

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat di FT Lubuklinggau

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Keselamatan kerja bukan sekadar aturan, melainkan budaya yang harus dijalankan secara konsisten dalam setiap aktivitas operasional energi. Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Lubuklinggau menggelar kegiatan refreshment kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat di Hotel Grand Zuri Lubuklinggau, Minggu (25/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dengan fokus pada kesiapan sumber daya manusia menghadapi potensi keadaan darurat, baik di area operasional maupun lingkungan sekitar. Peserta terdiri dari pekerja Fuel Terminal Lubuklinggau serta operator SPBU di wilayah suplai yang berperan sebagai garda terdepan dalam situasi darurat.

Rangkaian kegiatan menghadirkan pemateri lintas instansi, antara lain RS Siloam Lubuklinggau, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Lubuklinggau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, Polres Lubuklinggau, serta pimpinan SPBU dan Pertashop di wilayah Lubuklinggau dan sekitarnya. Materi disampaikan secara aplikatif untuk memperkuat pencegahan kecelakaan kerja, kesiapsiagaan darurat, serta kepatuhan terhadap standar operasional.

Perwakilan Basarnas Kota Lubuklinggau, Wahit Ivan Afrianto, berbagi pengalaman lapangan dalam penanganan kondisi darurat dan kebencanaan. Ia menekankan pentingnya pemahaman prinsip dasar pertolongan dan penyelamatan bagi pekerja yang berpotensi menjadi first responder di lokasi kejadian.

“Keinginan menolong harus dibarengi pengetahuan dan tahapan penyelamatan yang benar agar evakuasi berjalan aman dan penolong tidak menjadi korban berikutnya,” ujar Wahit.

Lima topik utama menjadi fokus pembahasan, meliputi first aid dan manajemen kelelahan, pengamanan operasional, tanggap bencana, serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dilengkapi simulasi lapangan. Perpaduan teori dan praktik diterapkan agar materi mudah dipahami dan dapat langsung diaplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari.

Respons positif datang dari para peserta, khususnya operator SPBU yang sehari-hari berhadapan langsung dengan potensi risiko kerja di lapangan.

“Program ini membantu kami memahami langkah keselamatan dan penanganan kondisi darurat, sehingga lebih siap dan percaya diri untuk bertindak cepat,” ungkap salah satu operator SPBU di wilayah Lubuklinggau.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa penerapan K3 tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keselamatan masyarakat sekitar.

“Penerapan K3 yang konsisten menciptakan operasional yang aman dan andal, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat. Melalui Bulan K3 Nasional, kami menegaskan komitmen menjaga keselamatan pekerja, operator SPBU, dan masyarakat sekitar dengan menekan risiko kecelakaan melalui peningkatan kompetensi,” ujar Rusminto.

Melalui upaya berkelanjutan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan aspek HSSE secara konsisten guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, sekaligus mendukung pencapaian Zero Accident di seluruh lini operasional. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan).