BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tingkatkan Akses Air Bersih Warga Talang Betutu Melalui Inovasi SIRAMI

×

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tingkatkan Akses Air Bersih Warga Talang Betutu Melalui Inovasi SIRAMI

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah ring 1 perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lubang bekas galian tambang C sebagai sumber air bersih alternatif bagi warga RT 30 Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.

Kelurahan Talang Betutu dikenal sebagai sentra pengrajin batu bata di Kota Palembang. Aktivitas tersebut meninggalkan lubang-lubang bekas galian yang selama ini dimanfaatkan warga sebagai sumber air tanpa proses penyaringan, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Menyikapi kondisi tersebut, AFT SMB II menghadirkan Program Talang Berseri dengan fokus pada pembangunan sistem filtrasi air sederhana untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan masyarakat.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengembangkan sistem filtrasi berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan limbah pecahan batu bata dan sabut kelapa yang mudah diperoleh serta berbiaya rendah. Sistem ini dikombinasikan dengan pasir silika, zeolit, karbon aktif, pasir manganese, dan media penyaring lainnya guna mengoptimalkan penyisihan partikel serta kandungan logam berat.

Inovasi tersebut diberi nama SIRAMI (Sistem Inovasi Ramah Air) dan telah diimplementasikan di RT 30 Kelurahan Talang Betutu. Pada tahap awal, SIRAMI menjangkau 15 rumah tangga atau sekitar 50 jiwa yang sebelumnya mengandalkan air dari lubang bekas galian tanpa filtrasi.

Ketua RT 30 Kelurahan Talang Betutu sekaligus local hero program, Rusli, menyampaikan bahwa kehadiran SIRAMI membawa perubahan signifikan bagi warga.

“Selama ini warga menggunakan air dari lubang bekas galian tanpa penyaringan sehingga cukup berisiko. Dengan adanya SIRAMI, kualitas air menjadi lebih jernih dan masyarakat merasa lebih aman dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari, terutama untuk mandi dan mencuci,” ujar Rusli.

Untuk memastikan efektivitas sistem, AFT SMB II melakukan pengujian kualitas air sebelum dan sesudah filtrasi melalui Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan kualitas air yang signifikan.

Sebelum filtrasi, air memiliki tingkat kekeruhan 17,41 NTU, warna 62 TCU, kandungan besi (Fe) 0,16 mg/L, mangan (Mn) 0,06 mg/L, dan pH 6,60. Setelah melalui sistem SIRAMI, kualitas air meningkat dengan tingkat kekeruhan 7,41 NTU, warna 30 TCU, kandungan besi (Fe) 0,06 mg/L, mangan (Mn) 0,004 mg/L, serta pH 6,62. Hasil ini menunjukkan air menjadi lebih jernih, higienis, dan lebih aman digunakan untuk kebutuhan nonkonsumsi rumah tangga.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa inovasi SIRAMI merupakan bentuk penerapan TJSL yang berfokus pada solusi berkelanjutan.

“Inovasi SIRAMI membuktikan bahwa permasalahan lingkungan di sekitar masyarakat dapat dikelola menjadi solusi yang bermanfaat. Melalui pendekatan berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat, kami berupaya menghadirkan program TJSL yang berdampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Rusminto.

Melalui implementasi SIRAMI, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih yang aman dan berkelanjutan, serta Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara inovatif dan ramah lingkungan.(*)