MATTANEWS.CO, LUBUK LINGGAU – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Lubuklinggau terus menggiatkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kelingi Semare (Kelurahan Lubuklinggau Ilir Sejahtera dan Mandiri Rame-Rame) dengan menggelar roadshow edukasi pengelolaan dan pemanfaatan sampah di TK Esquimer Lubuklinggau, Rabu (11/12).
Kegiatan ini merupakan roadshow kedua setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di TK YWKA Lubuklinggau. Sebanyak 23 anak dan 5 guru TK Esquimer mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan yang ramah usia dini, seperti pemutaran video animasi, lagu bertema kepedulian lingkungan, serta kuis interaktif untuk mengenal jenis sampah dan cara sederhana memilahnya.
Kepala Sekolah TK Esquimer Lubuklinggau, Yenti Anggraini, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, metode edukasi yang melibatkan partisipasi aktif anak-anak mampu menumbuhkan pemahaman yang lebih baik.
“Kegiatan ini sangat penting karena memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam memahami pemilahan sampah melalui keterlibatan aktif. Edukasi yang relevan dan menyenangkan seperti ini efektif menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini,” ujar Yenti.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah Indonesia pada 2024 mencapai 27,74 juta ton atau sekitar 76 ribu ton per hari. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau mencatat produksi sampah di wilayah tersebut berkisar 178–190 ton per hari pada 2024, yang mayoritas berasal dari rumah tangga dan masih minim pemilahan sejak sumbernya.
Dalam konteks tersebut, roadshow edukasi dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun pola pikir baru terkait pengelolaan sampah sejak usia dini. Ketua Karang Taruna Kelurahan Lubuklinggau Ilir sekaligus masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Annisa, menyampaikan bahwa pendampingan berkelanjutan telah mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri berbagi pengetahuan.
“Awalnya kami belajar untuk lingkungan sendiri. Setelah mendapat pendampingan dari TPS3R dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kami siap berbagi dengan anak-anak agar mereka tumbuh dengan kebiasaan yang lebih baik dalam memperlakukan sampah,” ujar Annisa.
Program Kelingi Semare merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Keterlibatan masyarakat binaan dalam mengedukasi anak-anak menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berkembang menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa edukasi lingkungan memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan.
“Melalui Kelingi Semare, masyarakat binaan tidak hanya belajar, tetapi juga mampu meneruskan pengetahuan kepada anak-anak. Hal ini membuktikan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan mampu mendorong keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan sekaligus melahirkan agen-agen perubahan di lingkungan sekitar,” ujar Rusminto.
Program ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) serta Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel meyakini bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, termasuk menanamkan kebiasaan memilah sampah dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.(*)














