BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINE

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat UMKM Telaga Rizqy Hingga Beromzet Puluhan Juta dan Menjadi Lokasi Eduwisata

×

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat UMKM Telaga Rizqy Hingga Beromzet Puluhan Juta dan Menjadi Lokasi Eduwisata

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, LAMPUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). UMKM Telaga Rizqy, peternakan kambing perah di Kota Metro, Lampung, menjadi contoh sukses transformasi UMKM lokal menjadi pusat agro eduwisata modern yang memberdayakan masyarakat.

Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mencakup penguatan bisnis, pembangunan kandang modern, pelatihan strategi usaha, serta fasilitasi promosi dan akses pasar. Berbagai pendampingan ini turut memperkuat kapasitas UMKM Telaga Rizqy, yang kini mencatat omzet stabil di kisaran Rp30 juta hingga Rp40 juta per bulan.

“Mulai dari modal pembelian kambing Saanen, pengembangan kandang, hingga pelatihan digital marketing, semua dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat membantu perkembangan usaha kami,” ujar Winarko Heri Setiono, pendiri UMKM Telaga Rizqy.

UMKM Telaga Rizqy yang berdiri sejak 2017 awalnya hanya memproduksi susu kambing segar. Saat ini usaha tersebut telah menghasilkan berbagai produk seperti susu kambing pasteurisasi (Rp13 ribu per botol 250 ml), yogurt (Rp15 ribu per cup), kefir atau susu fermentasi (Rp20 ribu per botol), hingga susu kambing bubuk merek Fitgoat (Rp45 ribu per kotak 200 gram) dan Rizqyku (Rp35 ribu per standing pouch 200 gram).

Sebagai agro eduwisata, UMKM Telaga Rizqy menjadi lokasi pembelajaran peternakan modern melalui kegiatan praktik kerja siswa SMK, penelitian mahasiswa, magang ternak, pelatihan budidaya dan pengolahan susu, serta _field trip_ dari berbagai jenjang pendidikan. Setiap tahun ratusan pelajar dan masyarakat belajar langsung mengenai manajemen ternak, sanitasi, pengolahan susu dan kewirausahaan.

Selain itu, UMKM Telaga Rizqy memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik berbasis limbah ternak sebagai bagian dari edukasi lingkungan. Kotoran kambing padat diolah menjadi kompos hingga 1.500 kg per bulan, sementara urine kambing dimanfaatkan menjadi Pupuk Organik Cair. Produksi POC dilakukan bertahap seiring penguatan pasar, namun tetap menjadi materi edukasi utama dalam pemanfaatan limbah secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang sebagai pupuk alternatif bagi kelompok ternak.

Saat ini Telaga Rizqy memiliki 6 pekerja tetap, 4 pekerja tidak tetap, serta memberdayakan 9 peternak di Metro dan puluhan peternak lain di berbagai kabupaten di Lampung. Para pekerja mendapatkan keterampilan yang terus dievaluasi dan ditingkatkan untuk memperkuat kapasitas usaha.

Salah satu pekerja, Nur Aini (59), merasakan langsung manfaat keberadaan usaha ini.

“Saya orang tua tunggal dengan tiga anak. Sudah enam tahun bekerja di Telaga Rizqy, dan Alhamdulillah dari penghasilan di sini saya bisa menyekolahkan anak-anak. Saya juga diberi kesempatan memelihara ternak sendiri dengan bibit yang dibantu UMKM Telaga Rizqy,” ujar Nur.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan komitmen perusahaan dalam membina UMKM agar terus berkembang.

“UMKM Telaga Rizqy adalah bukti bahwa pendampingan yang konsisten mampu mendorong UMKM lokal naik kelas, sekaligus menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan bagi masyarakat,” ujar Rusminto.

Program pembinaan Telaga Rizqy sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).