Reporter : Nopri
BANGKA BELITUNG, Mattanews.co – Sebanyak 8 orang anak buah kapal (ABK) kapal tanker milik PT. Pertamina yang dievakusi oleh tim gabungan dari KKP, Tim Gugus Covid Bangka Barat beserta TNI AL, pada Jumat (1/5/2020) malam
Evakuasi ini diduga karena 8 orang ABK tersebut terinfeksi virus Covid-19.
Region Manager Communication dan CSR Pertamina Sumbagsel Rifky Rakhman Yusuf pun angkat bicara.
Menurut Rifky, pihaknya menyesalkan kejadian yang dialami oleh para ABK kapal Tanker tersebut.
Karena Pertamina sudah memprioritaskan kesehatan dan keamanan seluruh pekerja.
“Dengan sangat menyesal, dapat kami sampaikan bahwa di tengah tugasnya, para ABK Tanker ini terpapar virus Covid-19. Pertamina menegaskan sudah memprioritaskan kesehatan dan keamanan seluruh pekerja di lingkungan kerja, namun resiko pandemic Covid-19 tetap harus dihadapi,” ucapnya, Sabtu (02/05/2020).
Rifky menambahkan, proses bisnis Pertamina dari hulu ke hilir dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, tentunya memiliki resiko yang cukup tinggi untuk terpapar virus tersebut.
Karena, dalam situasi tersebut, para pejuang energi tetap harus melaksanakan tugasnya. Guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG.
Sama halnya dengan para ABK yang harus bertugas menghantarkan crude atau minyak mentah, di perairan Bangka Barat.
Namun menurut Rifky, dapat Pertamina pastikan, bahwa semua ABK yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, secara disiplin mengikuti prosedur protokol kesehatan yang berlaku.
Selain itu Rifky juga memastikan, bahwa peristiwa tersebut tidak akan menganggu stok BBM di Masyarakat.
“Dapat kami pastikan juga, tertundanya operasional Kapal Tanker ini, tidak mengganggu stok BBM di masyarakat. Dan kami masih menunggu persetujuan pemerintah daerah setempat, bagi crew kapal yang dinyatakan negative untuk dapat melanjutkan tugasnya mengantarkan energi,” jelas Rifky.
Pertamina menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah setempat, yang dengan sigap melakukan penananganan atas kondisi tersebut.
Dalam kondisi seperti ini, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan guna memutus perluasan virus Covid-19.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah Bangka Barat, yang terus melakukan koordinasi dan memberikan perhatiannya kepada seluruh krew dan mengupayakan segala yang terbaik untuk turut menjaga keberlangsungan operasional Pertamina,” tutur Rifky.
Rifky mengatakan, bahwa sesuai SOP tim dari Pertamina terkait penanggulangan Covid-19.
Dimana, semua orang yang datang dan pergi akan dicek terlebih dahulu, dan akan dilakukan isolasi.
Terlebih jika pada saat hasil pemeriksaan di Palembang, hasilnya ternyata positif Covid-19.
Namun, ternyata terdapat 8 orang ABK kapal tersebut, yang diduga terinfeksi virus Covid-19.
Sehingga akhirnya ke delapan orang tersebut dievakuasi ke darat, untuk kemudian di lakukan karantina di Balai Diklat milik Pemprov Babel.
Editor : Nefri














