Reporter: Andri
PRABUMULIH,Mattanews.co — Status Zona yang sering terdengar dimasa pandemi Covid-19 pada suatu wilayah menjadi kabar dan berita yang paling ditunggu dan dinantikan oleh masyarakat.
Adanya penetapan predikat zona pada suatu daerah, merupakan sebuah informasi dan tolak ukur terakhir tentang status penyebaran Corona virus di daerah, Menampik hal tersebut penetapan status terkadang berubah dengan sangat cepat.
Penetapan status Zona hijau, kuning dan zona merah yang telah disandang oleh beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Selatan saat ini tidak terlepas dari hasil pantauan, analisa dan penanganan tim gugus Covid-19 dari Pemerintah Daerah.
Terkait status zona tersebut, Walikota (Wako) Prabumulih Ir.Ridho Yahya menjelaskan tentang status terakhir kota Prabumulih, di gedung Pemkot Prabumulih, Jumat (17/07/2020).
Kota Prabumulih yang dahulunya ditetapkan pertama kali menyandang predikat Zona Merah untuk Sumsel, akhirnya bisa keluar dari status tersebut. Pada awalnya, karena ada 1 kasus positif covid dari Prabumulih yang terpapar melalui Transmisi impor dan akhirnya menjadi lokal.
“Saat itu Zona merah kita sandang, tapi lambat laun atas kerjasama juga disiplin kita bersama Pemerintah dan masyarakat akhirnya bisa keluar dari merah dan menjadi hijau,” ungkap Wako.
Lanjut Ridho, perubahan status zona hijau ke kuning bahkan sebaliknya, kalau cuma berpatokan dengan penambahan satu atau dua orang ini akan kita koreksi juga.
“Semisalkan pagi-pagi di sekolah tiba-tiba ada 1 yang positif akan langsung diliburkan, nah patokan ini yang harus kita pelajari apakah yang seperti ini hingga secepat itu bisakah status zona berubah,” terangnya.
Disinggung atas Kunjungan Kerja (Kunker) Ketua DPRD Provinsi, Anita Noeringhati ke Pemkot Prabumulih pada tadi pagi, Wako membenarkan hal tersebut terkait tentang pelaksanaan PSBB di Kota Prabumulih.
“Tempo hari kan cuma Palembang dan Prabumulih yang melaksanakan PSBB, kota Lubuk Linggau walau Zona merah tidak melaksanakan itu, ini bukan untuk menjadi skala perbandingan atau tolak ukur, tapi perbedaannya kita lebih disiplin dalam pelaksanaan PSBB saat itu,” kata Wako.
Terakhir ia juga menjelaskan ada baiknya masyarakat harus tahu bahwa Corona itu masih ada.
“Kita belum bebas menurut WHO batas Juni 2021 Corona masih ada karena sampai sekarang Vaksinnya belum juga ditemukan, jadi kalau ada penambahan 1 atau 2 orang itu mungkin akan terjadi,” jelas Wako.
“Kuncinya ayo kita jaga kesehatan dan disiplin protokol kesehatan lebih kita tingkatkan,” tutupnya.
Editor: Fly














