MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Pilkada serentak diagendakan akan digelar pada 27 November 2024 mendatang. Karena masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta akan habis pada September 2023, akan ada kekosongan jabatan yang nantinya diisi oleh penjabat bupati atau pelaksana tugas kepala daerah selama setahun atau lebih.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang Posko Perjuangan Rakyat (DPC Pospera) Kabupaten Purwakarta, Sutisna Sonjaya, panjangnya masa kekosongan jabatan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, secara politik akan merugikan incumbent atau petahana.
Pasalnya, selama masa kekosongan menunggu Pilkada digelar, petahana tidak bisa memainkan politik anggaran untuk kepentingan pencalonannya di Pilkada yang diagendakan akan digelar secara serentak itu.
“Artinya secara politik atau bahkan mungkin secara logistik, petahana atau incumbent dalam posisi lemah. Mereka juga kemungkinan besar tidak bisa memanfaatkan sumber daya birokrasi dan fasilitas negara lainnya karena ada pelaksana tugas kepala daerah,” kata Sutisna kepada awak media, Minggu (27/02/2022).
Pertanyaannya, lanjut Sutisna, adakah kompetitor yang kuat untuk bertarung melawan petahana di Pilkada Purwakarta pada 2024 mendatang? Sejauh ini, Sutisna belum melihat itu, atau setidaknya gerakan-gerakan ke arah itu.
“Harus ada figur alternatif untuk bertarung melawan petahana pada pilkada nanti. Sejauh ini, belum terlihat, mungkin 2023 nanti akan mulai bermunculan,” kata Sutisna.
Namun demikian, Kader Adian Napitupulu itu tidak menampik bahwa ada figur-figur lain yang berasal dari tokoh atau politisi perempuan di Purwakarta yang berpontensi bisa maju pada Pilkada Purwakarta mendatang.
“Sebut saja, dari legislatif misalnya; ada Iis Turniasih, ada Putri Komarudin, ada Neng Supartini dan ada Nina Heltina. Ada juga dari tokoh perempuan seperti Dian Karsoma misalnya,” ujar Sutisna.
Khusus, Iis Turniasih. Sutisna mengungkapkan bahwa Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan itu punya kekuatan diakar rumput yang cukup siginifikan. “Buktinya, dia bisa terpilih kembali pada Pileg 2019 lalu, meski saat itu PDIP tengah diguncang isu yang cukup negatif. Saya lihat beliau cukup mengakar. Tinggal poles-poles sedikit di jaringan ke atasnya,” demikian Sutisna Sonjaya.














