MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tulungagung tahun 2025 menjadi momentum konsolidasi besar insan pencak silat Bumi Ngrowo. Dalam forum strategis tersebut, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. resmi dipercaya memimpin Pengkab IPSI Tulungagung periode 2026–2030, sekaligus menegaskan target ambisius: merebut medali emas pada Porprov Jawa Timur 2027.
Ketua Umum Pengkab IPSI Tulungagung yang juga menjabat Bupati Tulungagung itu menegaskan, Muskab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan tonggak evaluasi dan penentu arah perjalanan IPSI lima tahun ke depan. Kepercayaan yang diberikan kepadanya, kata Gatut Sunu, akan dijawab dengan kerja nyata demi kemajuan pencak silat daerah.
“Pencak silat adalah olahraga asli Indonesia sekaligus warisan budaya dunia. Di Tulungagung, kekuatan perguruan dan partisipasi masyarakat menjadi modal sosial besar yang harus dikelola secara profesional dan akuntabel,” tegasnya dalam sambutan, Kamis (25/12/2025).
Menurutnya, besarnya potensi pencak silat di Tulungagung harus dibarengi dengan tanggung jawab organisasi yang kuat. Dinamika antarperguruan, tuntutan prestasi, hingga tata kelola organisasi modern menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama.
Sebagai nahkoda baru IPSI Tulungagung, Gatut Sunu menegaskan komitmennya menjadikan IPSI sebagai “rumah besar” seluruh perguruan pencak silat, tanpa sekat dan tanpa dominasi kepentingan kelompok.
Dalam hal prestasi, Gatut Sunu secara terbuka mengakui capaian IPSI Tulungagung pada Porprov Jatim 2025 yang masih berada di level medali perak. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi cambuk untuk melompat lebih tinggi.
“Target kita jelas, emas di Porprov Jatim 2027. Untuk itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan, terukur, dan didukung anggaran yang memadai,” ujarnya.
Ia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan KONI Tulungagung agar IPSI mendapatkan alokasi dana hibah APBD yang proporsional. Namun demikian, ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang hati-hati, transparan, dan sesuai peraturan perundang-undangan.
Di akhir sambutannya, Gatut Sunu mengingatkan bahwa kunci utama prestasi adalah persatuan. IPSI, tegasnya, tidak akan kuat jika berjalan sendiri dan tidak akan berhasil jika kepentingan kelompok lebih diutamakan daripada kepentingan prestasi daerah.
“Pengkab IPSI Tulungagung periode 2026–2030 harus menjadi awal semangat baru, semangat bersama untuk menjadikan pencak silat sebagai olahraga rakyat yang mampu menghadirkan prestasi membanggakan bagi Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.














