MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., menyatakan bahwa Pemkab Tulungagung tidak akan lagi mengikuti Kota Kediri dalam penghitungan angka inflasi.
Hal itu jelas Heru, karena Pemkab Tulungagung telah memiliki kemampuan untuk melakukan perhitungan sendiri.
“Insya Allah, nanti bulan Februari kami (Pemkab Tulungagung) untuk penghitungan angka inflasi bisa lakukan sendiri,” ucap Heru, usai Rapat Koordinasi Inflasi Daerah secara daring di Pendapa Kongas Arum Kusumaning setempat pada Senin (22/1/2024).
Heru menegaskan bahwa angka inflasi Kabupaten Tulungagung, hingga saat ini (Senin, 22/1), masih terkendali di angka 2,61 persen, yang sama seperti pekan lalu. Angka inflasi Nasional juga sebesar 2,61 persen.
Meskipun demikian, Heru menyampaikan bahwa menjelang Pemilihan Umum pada Februari, ketersediaan bahan pokok pangan, terutama stok beras di Tulungagung, masih kondusif, dengan tambahan stok beras cadangan dari Bulog jika diperlukan.
Heru juga menyoroti kenaikan harga jagung karena belum panen. Namun pemerintah telah menyiapkan cadangan jagung untuk mengatasi kekurangan di Kabupaten Tulungagung.
Selain itu, Pimpinan Bulog Kantor Cabang Kabupaten Tulungagung, David Donny Kurniawan, mengungkapkan bahwa persediaan beras di Bulog mencapai 3.450 ton, melebihi kebutuhan sebanyak 2.800 ton.
“Stok tersedia ada 3.450 ton, sedangkan kebutuhan ada 2.800 ton, sehingga masih bisa terkaper kok,” tuturnya.
Dengan demikian, Pemkab Tulungagung optimistis dapat menghitung sendiri Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2024, yang akan memungkinkan Badan Pusat Statistik (BPS) Tulungagung menghitung angka inflasi secara mandiri. (Ferry Kaligis)














