MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MT., menyinggung soal gaya hidup merupakan salah satu pemicu menyebabkan penderita hipertensi dan diabetes.
Karena, kata Heru, gaya hidup sesorang itu semakin tingkat ekonominya tinggi, maka otomatis potensi menderita hipertensi dan diabetes akan semakin tinggi pula.
Pernyataan ini dikatannya usai mengikuti kegiatan video conference Kovablik Provinsi Jawa Timur di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (11/10/2023).
“Ini kan berkaitan gaya hidup, kalau ini ditekan belum bisa janji, tetapi kalau dikelola supaya dia umur panjang dan lebih sehat, lebih bahagia ini bisa,” ucap Heru didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, MMRS., dihadapan awak media.
Heru menambahkan sebuah inovasi yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan yang tujuannya supaya penderita hipertensi dan diabetes lebih sehat, bahagia, dan umur panjang dengan melalui berbagai cara.
Dengan Sistem Informasi Kesehatan Tulungagung (Sikesta), sambung Heru, maka dari sumber data itu seorang penderita hipertensi dan diabetes itu dapat digali.
“Setelah itu didatangi oleh petugas kesehatan kita, kemudian dikasih pemahaman tentang bagaimana cara mengelola orang sakit ini supaya dia sehat kemudian lebih bahagia dan punya usia harapan hidup yang lebih,” tambahnya.
“Realitanya di Kabupaten Tulungagung penderita hipertensi dan diabetes itu dari data kita memang pada saat inovasi dibuat jumlah meningkat, kareja teman-teman lebih banyak menemukan ketika lebih banyak ditemukan akhirnya dikelola kemudian dilakukanlah penanganan untuk lebih sehat dan bahagia,” imbuhnya.
Lebih lanjut Heru menjelaskan banyaknya kuliner di Tulungagung ia pun tidak bisa untuk melarang, karena selain dikenal sebagai kabupaten dengan keindahan pantainya juga masakan khas berupa ayam lodho sangat lezat.
“Saya pikir hal itu tidak bisa dilarang sebab itu gaya hidup lha apalagi di Tulungagung dikenal sate, ayam lodho. Kendati demikian, paling penting harus berimbang antara diet dan aktivitas,” terangnya.
“Saya pun berpesan kepada generasi muda agar diberikan pemahaman terkait berpola makan sehat harus selalu dijaga,” sambungnya.
“Yang penting bisa menahan diri dan mengontrol diri untuk hidup lebih sehat,” tandasnya.














