MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Dunia transportasi antar-kota antar-provinsi (AKAP) kembali memanas. PT Kacebe Murni Transport atau yang lebih dikenal dengan MTrans menggebrak perhatian publik dengan roadshow besar-besaran, membawa 10 armada bus double decker terbaru dari Malang dan berhenti di Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, Sabtu (29/11/2025) siang. Roadshow ini menjadi sinyal kuat ekspansi besar perusahaan tersebut di jalur Jawa–Bali–Sumatera.

Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo, menyampaikan bahwa roadshow ini sekaligus menjadi langkah strategis memperkenalkan armada terbaru MTrans kepada masyarakat, khususnya komunitas bismania di Malang, Blitar Raya, Tulungagung, hingga Kediri.
“Hari ini MTrans mengadakan roadshow bersama bismania. Tujuannya mengenalkan produk dan teknologi terbaru dari armada kami,” ujar Budi di Terminal Gayatri.
Armada Baru: Double Decker, D1, hingga Volvo B11R
MTrans, yang resmi menjadi anak usaha PT Bagong Dekaka Makmur sejak 2022, tampil agresif dengan membawa ragam lineup premium.
Budi memaparkan, armada yang diperkenalkan antara lain: Double Decker (DD) generasi terbaru Varian D1, Bus bermesin Volvo B11R, Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 (Comblos 26).
Teknologi terbaru ini, kata Budi, dirancang untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan daya jelajah di jalur-jalur menantang antarprovinsi.
Ekspansi Trayek: Jawa – Bali – Sumatera
Tidak sekadar membawa armada, roadshow ini menjadi pengumuman tak resmi bahwa MTrans siap membuka trayek baru dari wilayah Blitar–Tulungagung–Kediri ke berbagai kota besar.
“Kami akan membuka beberapa rute baru dari Blitar, Tulungagung, dan Kediri menuju Denpasar, Jakarta, hingga Pulau Sumatera,” jelasnya.
Roadshow hari ini sekaligus menjadi ajang penjajakan lintasan. Para bismania diberi kesempatan memberi masukan terkait kondisi rute, medan, hingga kebutuhan kenyamanan penumpang.
Selain trayek jarak jauh, Mtrans juga menguji kelayakan lintasan Malang – Blitar – Tulungagung – Kediri – Surabaya, yang akan menjadi salah satu rute strategis perusahaan ke depan.
Soal Persaingan, MTrans Tegaskan Junjung Etika Bisnis
Ketika ditanya mengenai kesiapan bersaing dengan PO besar yang sudah lebih dulu membuka trayek serupa, Budi menegaskan bahwa persaingan sehat adalah kunci.
“Kalau soal bersaing, kami selalu siap. Tapi kami tetap mengedepankan etika bisnis yang baik, tanpa merugikan pihak lain,” tegasnya.
Lebih jauh, Budi menjelaskan kehadiran 10 bus double decker yang melintasi jalur selatan Jawa hari ini bukan sekadar show of force. MTrans sedang menancapkan peta ekspansi besar-besaran, menghadirkan pilihan transportasi baru bagi masyarakat, sekaligus memanaskan kembali dinamika industri bus nasional.
“MTrans siap tancap gas, dan pasar harus bersiap menyambut babak baru persaingan armada premium,” pungkasnya.














