MATANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kapuas Hulu melalui Bupati Fransiskus Diaan merespon atas situasi terkait tata niaga penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu saat ini.
Dimana masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak dan terkesan dimonopoli oleh beberapa oknum bahkan terkesan disalurkan tidak tepat sasaran.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menanggapi, bahwa untuk Sistem penyaluran BBM dirinya mengaku tidak tahu seperti apa mekanisme ketika sudah disampai ditingkat SPBU.
“Kalau dari Pertamina memang sesuai kuota mereka salurkan untuk SPBU yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Ini saya sering sampaikan agar masyarakat bisa sama – sama mengawasinya,” pinta Bupati.
Bupati juga menyinggung untuk Stasiun penyaluran BBM Pemda Kapuas Hulu yang saat ini masih berstatus APMS juga tersendat, karena BBM jenis solar memang dibatasi, hanya saja tidak untuk pertalite.
“Tapi ada kendala di pengangkutan. Kalau dari Pertamina saya rasa tidak ada masalah, karena mereka sudah menghitung kebutuhan setiap daerah,” ungkap Bupati.
Makanya Bupati menyampaikan perlu adanya penyalur resmi yang bisa mensuplai BBM hingga ke daerah – daerah terpencil, sehingga masyarakat di daerah tersebut juga bisa menikmati BBM dengan mudah.
“Maka perlu adanya penyalur resmi untuk mengakomodir masyarakat misalnya di daerah Hulu Kapuas, nanti kita kaji kalau memungkinkan ada satu kios yang akan menyalurkan ke Hulu Kapuas,” ulasnya.
Bahkan Bupati juga mendukung jika ada Badan Usaha Milik Desa yang siap melakukan penyaluran BBM untuk masyarakat di wilayah yang memang sulit mendapatkan BBM. (BAYU)














