Reporter : Kadri
SIMEULUE, Mattanews.co – Satuan Reserse Kriminal Polres Simeulue melakukan pemahaman tentang radikalisme kepada masyarakat.
Acara ini digelar di Pondok Pesantren (ponpes) Al-Fatah dan Udep Sare di Desa Air Dingin Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue, Jumat (6/03/2020)
“Diharapkan dapat terjalin komunikasi yang baik antara polisi dan pesantren, dan juga membuang image negatif terhadap santri dan polisi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Simeulue Iptu M.Khalil, saat ditulis Sabtu (7/3/2020)
Iptu M.Khalil mengatakan, Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo, saat ini membuat terobosan lebih awal dalam menangkal radikalisme di Aceh khususnya di Simeulue.
Yaitu dengan membangun komunikasi dan pembinaan kepada masyarakat maupun pesantren yang ada di Simeulue.
“Saat ini banyak berita bohong atau hoaks melalui media sosial (medsos). Kerap sekali berita yang diragukan kebenarannya itu berkonten ujaran kebencian yang bisa memicu tindakan radikal,” ujarnya
Upaya tersebut dilakukan Kapolres Simeulue, dalam rangka merawat perdamaian di Provinsi Aceh, khususnya di Pulau Simeulue.
Dia juga menginstruksikan seluruh anggotanya di wilayah hukum Polres Simeulue, untuk melaksanakan patroli dan sekaligus memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat.
Dia berpesan agar masyarakat dan santri di pondok pesantren tidak mudah percaya oleh ajakan atau hasutan orang-orang, yang tidak bertanggung jawab.
Kasat Reskrim juga mengajak para tokoh dan santri untuk bersama-sama memerangi atau menolak paham-paham, yang bertentangan dengan pancasila yang bisa memecah belah kerukunan antar umat beragama.
Editor : Nefri














