NUSANTARA

Potret Nenek Lasiyem, 25 Tahun Jualan Krupuk di Trotoar depan Bank Mandiri

×

Potret Nenek Lasiyem, 25 Tahun Jualan Krupuk di Trotoar depan Bank Mandiri

Sebarkan artikel ini
Nenek Lasiyem (89) sambil menjajakan dagangannya di trotoar ,Sabtu (1/5) Foto : Ferry Kaligis/MATTANEWS.CO

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Potret seorang nenek tua berusia 89 tahun ini  jualan krupuk di trotoar depan Bank Mandiri di jalan Panglima Sudirman no 55 Kelurahan Kepatihan Kabupaten Tulungagung  mengundang perhatian dari pengendara yang lewat.

Setiap hari pukul 06.00 WIB dari rumahnya berjalan kaki sembari mengendong dagangannya menuju tempat berjualannya tanpa kenal lelah dan bersemangat.

Hal ini, diceritakan oleh Lasiyem (89) saat berbincang dengan MATTANEWS.CO ditempat berjualannya, Sabtu (1/5/2021) kemarin.

“Inggih kaleresan (Memang benar red.) setiap hari sudah sebagai rutinitas jualan krupuk, kacang dikemas dalam plastik dijual 2000 rupiah,” kata Lasiyem sembari tersenyum.

“Sampun (Sudah red.) lama berjualan disini hampir 25 tahun,” imbuhnya.

Nenek tua yang beralamat Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung ini menambahkan bahwa aktivitas yang ia jalani selama ini karena memang tidak ada pilihan untuk menyambung hidup.

“Begini ya nak (Wartawan Mattanews.co) walaupun nenek sudah tua tapi tetap semangat dalam mencari rejeki dengan jualan seperti ini,” tambah nenek ini dengan merapikan dagangan krupuknya.

“Buat apa kita malu dengan jualan seperti ini, hujan maupun panas itu hanya sebagai bumbu dalam menjalani aktivitas, seperti saat ini musim kemarau panas sangat terik sekali,” sambungnya dengan tetap memegangi payung sebagai tempat berteduh.

Lebih lanjut Lasiyem mengakui dengan berjualan di trotoar ini banyak mengundang perhatian dari pengendara yang lewat.

“Jujur saja, pernah ada pembeli seorang bapak turun dari mobil menghampiri, bukan untuk membeli dagangannya namun hanya memberikan uang langsung pergi,” terangnya.

Tutur Lasiyem masih menjelaskan bahwa ia memiliki tiga orang anak, dua perempuan dan 1 pria dan sekarang semua berjauhan tempat tinggalnya.

“Lha nggeh to,  Lanang siji lan loro wadon (1 Pria dan 2 Wanita red.) dan memiliki cucu 3 dan semua tempat tinggal berjauhan,” terangnya.

Hal senada disampaikan oleh juru parkir Bank Mandiri, Robby (39) mengatakan bahwa semangat kerja nenek Lasiyem luar biasa.

“Berangkat pagi pulang sore sekira jam 17.00 WIB,” kata pemuda kelurahan Kampung Dalem itu.

“Memang benar, menurut cerita sudah sekira 25 tahun jualan ditrotoar depan Bank ini,” tutupnya.