PALEMBANG, Mattanews.co – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan (Sumsel) menerima berbagai aduan dari para tenaga kesehatan (nakes), khususnya perawat yang mengalami pemecatan massal di Kabupaten Ogan Ilir Sumsel.
Ketua PPNI Sumsel Subhan menuturkan, pada dasarnya para nakes akan menyalurkan aspirasi, terutama tentang hak-hak mereka.
“Yang kami tangkap yaitu tentang melengkapi Alt Pelindung Diri (APD) standar, mendapatkan insentif sesuai janji bahkan dari Presiden. Sementara mereka menyampaikan ke pimpinan institusi. Menurut mereka, pimpinan institusi tidak kooperatif dengan mereka,” ucapnya, Jumat (26/6/2020).
Ketika PPNI Sumsel meminta keterangan, para perawat korban pemecatan mengadukan APD yang disiapkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir Sumsel tidak lengkap dan tidak sesuai standar kesehatan.
Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah masker yang dibatasi, APD dicuci ulang dan insentif yang tak seperti yang diharapkan.
Namun ketika PPNI Sumsel mengkonfirmasikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir, insentif untuk nakes yang menangani pasien Covid-19 tersebut sudah ada, namun belum dibagikan saja.
Lalu, untuk fasilitas rumah sementara, Bupati Ogan Ilir menyampaikan jika pemerintah sudah menyediakan rumah mess di DPRD Ogan Ilir.
“Tapi nakes bilang jika mereka tidak tahu caranya bagaimana masuk ke sana, padahal sudah disediakan,” ucapnya.
“Menurut saya, itu hanya miskomunikasi saja antara pimpinan dan nakes. Ketika kejadian itu, kami langsung datang dan investigasi serta buat laporan ke PPNI pusat,” ucapnya.
Dia mengatakan, bahwa ada upaya persuasif dari PPNI Ogan dan Sumsel, terutama pendekatan ke Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam.
PPNI pusat juga sudah mengetahui pokok permasalahan pemecatan massal tersebut dan terus mengikuti perkembangannya.
Namun jika tidak ada jalan tengah, lanjutnya, pihaknya akan melaporkan ke PPNI Pusat.
“Nanti kita serahkan (laporan akhir) ke PPNI pusat, untuk upaya lainnya. Yang dipecat sendiri yaitu 44 orang perawat, selebihnya bidan dan supir ambulans,” ungkapnya.














