Reporter : Raja
LHOKSEUMAWE, Mattanews.co – Pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Cabang Kota Lhokseumawe menggelar diskusi, dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh setiap 10 November. Diskusi hari pahlawan dan sosialisasi pilar kebangsaan berlangsung di FN Coffe Lhokseumawe, Selasa (10/11/2020).
Acara ini turut dihadiri Ketua Komite I DPD RI, Sekjen DPN PPWI, H Fachrul Razi, perwakilan mahasiswa, ormas, wartawan hingga organisasi kepemudaan.
Sekjen DPN PPWI, Fachrul Razi mengatakan, peran media di era digital sekarang ini sangat berpengaruh terhadap perubahan dunia.
“Sebagai contoh, Pilpres Amerika Serikat yang baru saja digelar dan berhasil menumbangkan calon petahanan, merupakan hasil pengelolaan isu di media massa,” bebernya.
Fachrul Razi menyinggung banyaknya hal terkait tugas-tugas jurnalistik yang diemban pekerja media terutama di masa Pandemi Covid-19. Dokter dan pewarta merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19.
“Tapi pekerja media luput dari perhatian pemerintah. Wartawan tidak dibekali alat pelindung diri. Juga tidak ada kompensasi dan bantuan dari pemerintah,” ungkap Fachrul Razi.
Dikatakan Fachrul Razi, banyaknya kabar bohong dan disinformasi yang kerap tersaji di dunia maya, merupakan musuh dunia.
“Sekarang yang ditakuti dunia itu bukan perang senjata. Dunia tidak takut lagi akan nuklir. Tapi dunia takut akan hoaks,” ujarnya.
Ketua Komite I DPD RI, berharap PPWI berada di jalur sebagai oposan bagi pemerintah. Ia menyebut di Indonesia, politik dinasti masih berlangsung seperti rezim di era orde baru.
Sementara Ketua PPWI Kota Lhokseumawe, Desriadi Hidayat mengatakan momen peringatan Hari Pahlawan ini merupakan ajang silaturahmi bersama rekan-rekan pengurus PPWI Aceh Utara dan pekerja media. PPWI kota Lhokseumawe memandang perlu sinergitas sesama pekerja media di lapangan.
Hidayat menambahkan, di era digital peran wartawan dan pewarta warga sangat urgen dalam menyajikan berita aktual untuk asupan informasi publik. Memalui pertemuan ini, PPWI Lhokseumawe ingin meningkatkan koordinasi bersama rekan-rekan pekerja pers di lapangan.
“Kegiatan ini boleh dikatakan sebagai wujud nasionalisme organisasi PPWI yang berpartisipasi di peringatan hari besar nasional. Pertemuan ini juga hendaknya melahirkan keselarasan dan melahirkan kaukus dalam mengadvokasi isu di daerah kerja rekan-rekan,” urai Hidayat.
Editor : Selfy














