BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

Prasasti Sinergi TNI dan Kampus Untan Wujud Nyata Komitmen Ketahanan Pangan

×

Prasasti Sinergi TNI dan Kampus Untan Wujud Nyata Komitmen Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Komandan Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1201/Mempawah, Letkol Inf Benu Supriyantoko, menilai pembuatan prasasti kerjasama antara Kodim dan Universitas Tanjungpura sebagai tonggak penting dalam membangun kekuatan ketahanan pangan berbasis kolaborasi.

Prasasti tersebut menjadi simbol nyata atas sinergi strategis antara dunia militer dan akademik.

Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya mencerminkan semangat gotong royong, tetapi juga memperkuat nilai-nilai bela negara melalui pendekatan pengabdian.

“Kegiatan ini memperlihatkan bahwa ketahanan nasional tidak hanya dijaga dengan senjata, tetapi juga dengan pangan dan edukasi,” ujarnya.

Letkol Benu menjelaskan, keterlibatan mahasiswa Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura dalam kegiatan Kuliah Lapangan dan Pengabdian Masyarakat (KLPPM) di Desa Sungai Purun Kecil memberikan nilai tambah yang luar biasa dalam proses pemberdayaan warga.

“Pembuatan prasasti ini bukan sekadar simbol, tapi juga pengingat bahwa kebersamaan antara TNI dan kampus dapat menciptakan solusi konkret bagi masyarakat desa,” tambahnya.

Ia berharap kerja sama ini berlanjut, bahkan diperluas untuk menyentuh sektor-sektor lain yang juga memerlukan dukungan lintas sektor seperti pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.

Masyarakat Desa Sungai Purun Kecil menyambut baik pembuatan prasasti kerjasama antara Kodim 1201/Mempawah dan Universitas Tanjungpura dalam program ketahanan pangan.

Bagi warga, prasasti tersebut bukan hanya penanda kegiatan, tetapi juga simbol perhatian nyata kepada desa mereka.

Abdul Rahman (52), tokoh masyarakat, mengaku bangga karena desanya dipilih sebagai lokasi Kuliah Lapangan dan Pengabdian Masyarakat (KLPPM) oleh mahasiswa Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura.

“Kami merasa dihargai. Dengan adanya prasasti ini, kami percaya desa kami tidak lagi dianggap terisolasi,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran prajurit TNI dan mahasiswa yang bekerja bersama dalam pembuatan prasasti menciptakan pemandangan yang menghangatkan hati warga.

Kolaborasi ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa.

Rahman berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan, apalagi dalam konteks ketahanan pangan yang sangat penting bagi desa.

“Kalau soal kerja sama seperti ini terus berjalan, kami optimis desa kami akan semakin mandiri,” ucapnya.

Pembuatan prasasti tersebut dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan Satgas TMMD, mahasiswa, dan warga lokal, menjadi bukti bahwa sinergitas lintas sektor dapat diwujudkan secara nyata.