Berita

Program Asesmen Diagnostik Implementasi Kurikulum Merdeka, Begini Harapan Kepala SMPN 1 Kedungwaru Tulungagung

×

Program Asesmen Diagnostik Implementasi Kurikulum Merdeka, Begini Harapan Kepala SMPN 1 Kedungwaru Tulungagung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur, Dr. Hj. Sri Wahyuni, M.Pd., mengharapkan dari program Asesmen Diagnostik bisa menentukan strategi pembelajaran yang tetap dan tepat sesuai dengan karakteristik peserta didik

Menurut Sri Wahyuni, hasil asesmen diagnosis ini dapat untuk menentukan strategi pembelajaran yang tetap yang tepat sesuai dengan karakteristik peserta didik dan digunakan juga sebagai dasar untuk memberikan interprestasi dan rancangan tindak lanjut berupa perlakuan atau intervensi untuk melaksanakan studi selanjutnya.

Pernyataan ini dikatakannya disela-sela Program Asesmen Diagnostik di SMP Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Senin (10/7/2023) Pagi.

“Asesmen diagnostik implementasi kurikulum merdeka bagi siswa SMP Negeri 1 Kedungwaru bekerja sama dengan ruang guru,” ucap Sri Wahyuni saat dijumpai media online nasional mattanews.co.

“Program ini diikuti 288 siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Kedungwaru,” imbuhnya.

Sri Wahyuni menambahkan asesmen diagnostik merupakan penilaian atau asesmen kurikulum merdeka yang dilakukan secara spesifik dengan tujuan untuk mengidentifikasi atau mengetahui karakteristik kondisi kompetensi kekuatan kelemahan model belajar peserta didik.

Sehingga, pembelajaran dapat dirancang sesuai kompetensi dan kondisi peserta didik yang beragam sumber dari Kemendikbud nomor 719/P/2020 dalam implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 1 Kedungwaru bagi siswa kelas 7 tahun pelajaran 2023-2024.

Jadi, tekniknya dengan cara menyusun asesmen untuk mengukur kompetensi peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan itu berupa tes tertulis, juga lisan. Dan mungkin juga para pemateri akan melakukan keterampilan yang menghasilkan sebuah produk atau praktek dan juga bisa melakukan observasi.

Teknik selanjutnya adalah dengan tes bakat dan minat, dan ini dilakukan dengan cara wawancara.

Adapun wawancara langsung kepada siswa yaitu untuk menggali informasi peserta didik dalam aspek mungkin latar belakang keluarga, motivasi, minat, dan mungkin juga hubungannya dengan sarana serta prasarana belajar serta aspek lain sesuai kebutuhan peserta didik.

Lebih lanjut Sri Wahyuni menjelaskan adapun tindak lanjut asesmen ini akan dilakukan setelah proses kegiatan. Maka, akan dilakukan pengolahan data dan hasil diagnosisnya dari data atau pun informasi.

Nanti, jelas dia, untuk merencanakan pembelajaran, capaian dan karakter peserta didik, pelaksanaan asesmen itu dilakukan di awal tahun pembelajaran.

Sekolah-sekolah dan pendidik yang di maksud akan mendapat hasilnya dari diagnosis atau analisis.

Sehingga sekolah dan pendidik dapat menyesuaikan, merancang metode model dan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi peserta didik.

Pihaknya berharap hasil asesmen diagnosis itu dapat untuk menentukan strategi pembelajaran yang tetap dan tepat sesuai dengan karakteristik peserta didik dan digunakan juga sebagai dasar untuk memberikan interprestasi dan rancangan tindak lanjut.

“Yakni berupa perlakuan atau intervensi untuk melaksanakan studi selanjutnya,” pungkasnya.