MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – 12 Maret 2026 Sungai Embau yang meluap usai hujan pagi itu menjadi saksi musibah yang menghentikan aktivitas warga Dusun Karya Bhakti 2. Muhammad Sidik (7) terseret arus saat menyeberang sepulang sekolah, Kamis sekitar pukul 11.00 WIB.
Tubuh kecilnya baru ditemukan tiga setengah jam kemudian di Lubuk Sindur, sekitar 300 meter dari titik awal tenggelam.
Kapolsek Hulu Gurung IPTU Hariyono menjelaskan, korban bersama teman-temannya pulang seusai bermain di rumah kawan. Karena debit Embau sedang tinggi, arus deras menyulitkan penyeberangan.
“Diduga korban tidak mampu melawan arus, lalu terseret. Ini kecelakaan murni, tidak ada tanda kekerasan,” katanya setelah pemeriksaan awal.
Warga yang mendengar teriakan saudara korban langsung menyelam dan menyisir sungai. Personel Polsek Hulu Gurung menyusul, membantu penyisiran.
Pukul 14.35 WIB, Karnadi, warga setempat, menemukan tubuh Sidik tersangkut di lubuk. Pihak keluarga menerima kejadian sebagai musibah, menolak autopsi, dan segera memakamkan korban.
“Perhatian orang tua sangat penting, apalagi saat sungai dalam kondisi debit tinggi. Awasi anak-anak, jangan bermain sendiri di tepi air,” imbau IPTU Hariyono.
Sungai Embau kembali tenang, tapi duka di Karya Bhakti 2 mengingatkan semua arus yang tampak biasa bisa berbalik mematikan dalam sekejap. (*)














