MATTANEWS.CO, CIAMIS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Penilaian tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Akbar Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Kabupaten Ciamis yang digelar di Alun-alun Ciamis, Jum’at (26/6/2026).
Salah satu relawan MBG, Syahrul Mubarok, mengatakan bahwa Program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, pemenuhan gizi sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Niat dan tujuan program ini sangat baik, yaitu meningkatkan gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat dan menjadi generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Syahrul kepada wartawan Mattanews.co.
Syahrul menjelaskan, manfaat Program MBG tidak hanya dirasakan oleh para siswa sebagai penerima makanan bergizi, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.
Menurutnya, operasional dapur MBG membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak sehingga membuka peluang kerja bagi masyarakat sebagai relawan maupun tenaga operasional.
Selain itu, kebutuhan bahan pangan yang dipasok setiap hari turut menggerakkan roda perekonomian lokal.
Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), petani, peternak, hingga pemasok bahan pangan di Kabupaten Ciamis memperoleh peluang untuk menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.
Program ini bukan hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan relawan yang bekerja di dapur serta para pelaku UMKM di wilayah Ciamis yang menjadi bagian dari penyedia kebutuhan program,” katanya.
Ia menilai, apabila pelaksanaan Program MBG terus mengutamakan penggunaan bahan baku dari pelaku usaha lokal, dampak ekonomi yang dihasilkan akan semakin besar. Sinergi antara pemerintah, pengelola dapur, petani, peternak, dan UMKM dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul juga mengajak seluruh relawan MBG di Kabupaten Ciamis untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan profesionalisme dalam menjalankan program.
Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima manfaat.
Ia berharap pemerintah terus melakukan evaluasi secara berkala agar pelaksanaan Program MBG semakin efektif, tepat sasaran, serta tetap menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak.
Transparansi pengelolaan dan pelibatan masyarakat juga dinilai penting agar program ini mendapat kepercayaan dan dukungan luas dari masyarakat.
“Harapan kami, program ini terus diperbaiki dan diperkuat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya anak-anak yang memperoleh asupan gizi yang baik, tetapi juga masyarakat kecil, relawan dan pelaku UMKM yang mendapatkan dampak ekonomi dari keberadaan Program MBG,” pungkasnya.












