Kemudian dari perkembangan secara fisik maupun non fisik dari setiap daerah, maka akan muncul lonjakan tingkat pendapatan perkapita.
Dapat di uraikan berikut adalah beberapa kegiatan TMMD ke-111 yang membantu dan bersinergi dengan pemerintah khususnya pemerintah daerah.
Sasaran fisik berupa pembangunan jalan pondasi beton, jembatan, gorong gorong, pembangunan pagar gereja dan renovasi Puskesmas Pembantu. Sedangkan sasaran non fisik diantaranya penyuluhan dan sosialisasi wawasan kebangsaan dan juga penyuluhan dibidang lainnya.
Menurut Danrem 121/Abw Brigjen TNI Ronny, semangat gotong royong yang sudah menjadi karakter setiap warga negara Indonesia, terwujud dalam Kemanunggalan TNI bersama rakyat.
“Gotong-royong merupakan implementasi dari pelaksanaan dan pengamalan Pancasila sebagai ideologi landasan kita berbangsa,” ucapnya.
Satgas TMMD secara bersinergi, bahu membahu dalam program TMMD ke -111 ini bukan hanya sebuah simbol bahwa TNI manunggal bersama rakyat.
“Namun bukan sebuah hal yang berlebihan jika TMMD adalah implementasi dari semboyan kemanungalan TNI,” kata Danrem 121/Abw.
“Kehadiran program terpadu lintas sektoral, antara TNI, kementerian/lembaga pemerintahan non-kementerian, pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya, disambut baik oleh masyarakat desa Sentangau Jaya,” tambahnya.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), menjadi roh perjuangan, menyatukan semua komponen bangsa, berjuang bersama, untuk kemakmuran rakyat.
“Kemanunggalan TNI bersama rakyat, harus terus dipelihara dan dipertahankan. Sehingga dapat menjadi kekuatan pertahanan yang kuat, untuk membawa bangsa Indonesia maju dan sejahtera, Bersama rakyat, TNI Kuat,” jelas Jenderal Bintang Satu di Korem 121/Abw.














