BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Program WiFi Gratis untuk Masyarakat Kota Malang Bakal Dihentikan

×

Program WiFi Gratis untuk Masyarakat Kota Malang Bakal Dihentikan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KOTA MALANG – Program Wi-Fi Gratis yang sudah berjalan sejak tiga tahun yang lalu pada 2021 di 551 titik RW se Kota Malang bakal diberhentikan mulai Januari 2025 mendatang.

Pasalnya program wifi gratis tersebut merupakan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2025 menjadi alasan utamanya.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Nur Widianto mengungkapkan, penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tahun 2025 menjadi alasan utama pemberhentian layanan tersebut.

“Kami telah melakukan penyesuaian kemampuan anggaran. Pemberhentian program Wi-Fi Gratis ini merupakan langkah rasional kami dalam menyesuaikan APBD 2025,” ungkap Kadis Kominfo Kota Malang yang akrab disapa Wiwid, Senin (23/12/2024).

Program WiFi gratis di 551 titik tersebut memakan anggaran sekitar Rp 1,4 Milyar per tahun. Kendati demikian dalam pandangannya menilai anggaran tersebut tidak cukup besar, dengan beberapa aspek lain yang harus dipertimbangkan untuk mempertahankan program ini.

“Setelah hasil evaluasi kami, dari 551 titik yang ada, program WiFi gratis ini hanya dimanfaatkan sekitar 50 persen saja. Hal ini yang menjadi pertimbangan kedua setelah postur APBD 2025,” jelasnya.

Menurutnya, program wifi gratis sebenarnya masih banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut, seperti posyandu dan juga kegiatan masyarakat lain di tingkat RW.

“Sebenarnya masih ada sebagian masyarakat yang memanfaatkan layanan ini. Mungkin karena kurangnya sosialisasi yang menyeluruh, angka yang menggunakan dan yang tidak menggunakan itu hampir sama,” tuturnya.

Kepala Diskominfo Kota Malang menjelaskan bahwa pihaknya sempat merencanakan untuk mengurangi kapasitas kecepatan internet pada program itu. Namun, lanjutnya, hal tersebut dinilai masih belum prioritas untuk dianggarkan pada tahun 2025.

“Setelah kami hitung, rencana pengurangan kapasitas kecepatan layanan tersebut masih tidak bisa diprioritaskan. Karena belanja internet yang kami suplai untuk layanan perangkat daerah juga mengalami penurunan. Melalui berbagai pertimbangan, kami akan memberhentikan layanan ini,” tukasnya.