Reporter[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
Reporter : Robby
MATTANEWS.CO, BLITAR – Sebanyak 161 orang pekerja kebersihan di Kota Blitar Jawa Timur (Jatim) diberhentikan, setelah massa kontraknya habis sejak per 31 Desember 2020 lalu.
Perwakilan dari pekerja ini mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jalan Dr Soepomo, Kota Blitar, Senin (11/1/2021).
Ani Rosminah salah satu pekerja kebersihan yang sudah 5 tahun bekerja, meminta kejelasan terkait namanya yang tidak ada dalam pengumuman yang diterima untuk bekerja kembali.
Pengumuman ini dilakukan oleh perusahaan, yang menjadi pihak ketiga yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota (Pemkab) Blitar.
Para pekerja ini bekerja sebagai outsourcing atau tenaga kontrak, yang terikat dengan pihak ketiga untuk dibekerjakan di lingkup Pemkot Blitar.
Bahkan, mereka sudah bekerja sejak jaman Wali Kota (Wako) Djarot Saifful Hidayat.
“Katanya ini otonomi khusus. Kenapa yang diterima warga kabupaten, yang dialamatkan kota,” ungkap Ani Rosminah di Kantor DLH, Selasa (12/1/2021).
Beberapa pekerja melakukan pemeriksaan dari data yang diumumkan oleh perusahaan pemenang tender, ada nama-nama yang diumumkan beralamatkan Kota Blitar.
Oa melakukan pemeriksaan sesuai dengan alamat ini, namun tidak ada dan dicurigai warga dari luar daerah.
Ada 161 orang tidak diperpanjang kontrak, namun DLH justru menambah pekerja outsourcing sebanyak 20 orang.
Dari total pekerja outsourcing untuk tahun 2021 ini ada 310 orang, namun 161 orang dirumahkan.
Selama ini santer disebut, dirumahkannya ratusan pekerja outsourcing terkait beda pilihan dan dukungan saat Pilwali Kota Blitar 9 Desember 2020 lalu.
Ani membenarkan, karena para pekerja outsourcing tahun 2020 kebanyakan diterima dan dibantu oleh mantan Wako Blitar Samanhudi Anwar.
“Sekitar 60 persen pekerja outsourcing di DLH ini mendukung Mas Henry (Henry Pradipta Anwar putra Samanhudi Anwar), karena sebagian warga Kabupaten Blitar,” katanya.
Menurutnya, hal yang wajar jika mereka balas budi. Terlebih mantan Wako Blitar sudah menolong mereka.
Sementara itu salah satu pegawai DLH, Hartoyo yang menemui perwakilan pekerja outsourcing, mengatakan pihaknya masih menunggu pihak ketiga yang menyediakan jasa outsourcing.
“Nanti saja penjelasannya menunggu pihak PT yang akan datang,” ungkapnya.
Editor : Nefri














