BERITA TERKINI

PSBB Masa Transisi, Transjakarta Terapkan SOP Khusus dan Tambah Jam Operasional

×

PSBB Masa Transisi, Transjakarta Terapkan SOP Khusus dan Tambah Jam Operasional

Sebarkan artikel ini

Reporter : Poppy Setiawan

JAKARTA, Mattanews.co– PT Transjakarta bersiap menyambut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi. Nantinya bakal ada sejumlah SOP khusus terkait pengoperasian Bus Transjakarta.

Direktur Utama PT Transjakarta, Sardjono Jhony mengatakan, implementasi SOP tersebut berdasar pada Keputusan Direksi Nomor 616/SKP-PT.TJ/VI/2020, PSBB Masa Transisi Pada Layanan Transjakarta. Sekaligus bagian dari pelaksanaan arahan Gubernur DKI Jakarta dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“SOP ini mengatur segala sesuatu terkait behaviour atau perilaku pengguna jasa Transjakarta agar sesuai dengan arahan Gubernur,” ujar Jhony melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6/2020).

“Dari menjaga jarak sampai penggunaan masker serta Alat pelindung diri lainnya. Semua diatur mulai dari Kantor, Halte dan Bis yang melayani pelanggan,” lanjut dia.

Jhony menambahkan, layanan Transjakarta yang dioperasikan dalam masa transisi menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, mengacu pada arahan Presiden untuk menjaga ketertiban masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan orang lain. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Dishub DKI Jakarta.

“PT Transjakarta juga bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk memastikan bahwa protokol pencegahan Covid-19 diimplementasikan dengan baik,” sambung eks Dirut Merpati itu.

Jhony mengingatkan kepada masyarakat bahwa masa adalah kesempatan untuk mempertahankan kondisi menuju normal. Dia berharap semua pihak mematuhi semua protokol kesehatan yang sudah ada.

“Nanti repot, kalau angkanya (Positif Corona) naik lagi, kita akan kembali ke PSBB yang awal, semua tutup (lagi), mau nggak mau pak Gubernur (nanti) untuk lindungi warganya harus mengambil langkah-langkah itu,” pungkasnya.

Untuk hari pertama Jumat kemarin (5/6/2020) PSBB masa transisi, waktu operasional Transjakarta yang sebelumnya dibatasi dari pukul 06.00–18.00 WIB berubah menjadi mulai pukul 05.00-22.00 WIB di seluruh koridor utama untuk pelanggan umum dan penambahan waktu operasional layanan khusus bagi tenaga kesehatan pada pukul 22.00–24.00 WIB.

Berikut rute yang dilayani hanya rute utama di 13 koridor yaitu:

Koridor 1 Blok M – Kota
Koridor 2 Pulogadung 1 – Harmoni
Koridor 3 Kalideres – Pasar Baru
Koridor 3F Kalideres – Gelora Bungkarno
Koridor 4 Pulogadung 2 – Tosari
Koridor 4C TU GAS – Bundaran Senayan
Koridor 4D Pulogadung 2 – Kuningan
Koridor 5 Kampung Melayu – Ancol
Koridor 5C PGC 1 – Harmoni
Koridor 6 Ragunan – Halimun
Koridor 6A Ragunan – Monas Via Kuningan
Koridor 6B Ragunan – Monas Via Semanggi
Koridor 7 Kampung Rambutan – Kampung Melayu
Koridor 8 Lebak Bulus – Harmoni
Koridor 8A Grogol 2 – Harmoni
Koridor 9 Pinang Ranti – Pluit
Koridor 10 PGC 2 – Tanjung Priok
Koridor 11 Kampung Melayu – Pulo Gebang
Koridor 12 Penjaringan – Sunter Boulevard Barat
Koridor 13 Ciledug – Tendean
Koridor 13A Puribeta – Blok M
Koridor 13C Puribeta – Dukuh Atas
Koridor 13E Puribeta – Kuningan

Sedangkan, 3 rute nonkoridor terintegrasi dengan stasiun KCI yakni 1B (Stasiun Palmerah – Tosari), 1H (Stasiun Gondangdia) dan 6M (Stasiun Manggarai – Bundaran Senayan).

Untuk protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Misalnya, 60 penumpang untuk bus gandeng, 30 penumpang untuk bus single. Lalu mengantre di luar halte, menjaga jarak 1 meter, wajib memakai masker.

Selain itu, penumpang hanya boleh duduk di kursi yang tidak ada tanda X, berdiri di tanda yang telah dipasang, cuci tangan sebelum masuk halte, dan menyediakan hand sanitizer mandiri.

Tak hanya itu, penumpang juga dilarang berbicara secara langsung maupun via telepon selama di dalam halte dan bus.

Editor : Poppy Setiawan