MATTANEWS.CO, PALI – PT Pertamina EP Pendopo Field dan Medco E&P Indonesia menggelar kegiatan edukasi media sinergi hulu migas bersama puluhan jurnalis yang bertugas di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) guna menciptakan konten media edukasi di era digital, acara berlangsung di Gedung Arsendora Kompleks Pertamina Pendopo Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Rabu (02/09/2026).
Program sinergi hulu migas ini menghadirkan kolaborasi antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Satuan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).
Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan peran strategis hulu migas berlandaskan UU No. 22 Tahun 2001 (Pasal 11 Ayat 1 dan Pasal 41 Ayat 2) mengenai pelaksanaan dan pengawasan kegiatan eksplorasi serta eksploitasi berbasis kontrak kerja sama. Operasional sektor ini juga menjadi tulang punggung dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada poin pemantapan sistem pertahanan keamanan dan kemandirian bangsa melalui kedaulatan energi.
Untuk mengoptimalkan potensi migas di wilayah Sumbagsel yang mencakup berbagai blok eksplorasi dan eksploitasi seperti Raja/Pendopo, Corridor, Jabung, hingga program GMB empat pilar utama kegiatan industri hulu migas terus didorong, yaitu:Pelaksanaan kegiatan yang masif, Percepatan proses perizinan, Minimnya gangguan keamanan dan operasional dan Dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Ketua PWI Kabupaten PALI, Joko Sadewo, S.H., M.H., yang hadir sebagai salah satu narasumber menekankan pentingnya profesionalisme wartawan di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa wartawan tetap terikat kode etik meski menggunakan akun media sosial pribadi.
”Wartawan boleh aktif di media sosial, tetapi jangan sampai kehilangan identitas dan kredibilitasnya. Media sosial adalah ruang publik. Setiap unggahan membentuk jejak digital dan dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat serta hubungan dengan narasumber,” tegas Joko.
Joko juga menekankan agar insan pers di PALI tegas membedakan antara fakta terverifikasi dan opini pribadi, serta selalu berpedoman pada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Sesi edukasi semakin menarik dengan hadirnya konten kreator asal Palembang, Onyols (@Sikonyols), yang membagikan pengalamannya berkarier di dunia digital sejak 2012. Sosok yang pernah berkolaborasi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2018 ini membeberkan perjalanan kariernya dari penulis blog hingga menjadi pembuat konten aktif di YouTube, TikTok, dan Instagram.
Onyols mengajak para wartawan PALI memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai instrumen penyebar informasi, tetapi juga sebagai peluang membangun personal branding dan menghasilkan nilai ekonomi (cuan).
”Menjadi pembuat konten butuh kerja keras dan konsistensi. Rekan-rekan wartawan memiliki modal kuat berupa kemampuan mengolah informasi, tinggal bagaimana mengemasnya secara kreatif di platform digital,” ujar Onyols.














