MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), menggelar pertunjukan seni wayang kulit semalam suntuk di kantor setempat pada Jumat (19/1/2024) malam.
Pagelaran wayang kulit ini merupakan persembahan dari paguyuban Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), yang berkolaborasi dengan Disnakertrans Kabupaten Tulungagung.
Susi Lestari, S.H., perwakilan dari P3MI Kabupaten Tulungagung, menyatakan bahwa pertunjukan seni wayang kulit ini adalah bagian dari upaya sinergitas bersama Disnakertrans Tulungagung.
“Pertunjukan wayang kulit ini juga sebagai puncak peringatan Migrants Day, di mana sinergitas kami malam ini memberikan wahana hiburan kepada masyarakat Tulungagung,” ucap Susi, yang juga Owner LPK-BLK-LN Kabupaten Tulungagung.

Selain itu, sebagai pengusaha yang menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri, ia berharap kolaborasi antara Pemkab Tulungagung dan Disnakertrans dapat menciptakan perubahan positif dalam perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
“Terkait perlindungan PMI, dilakukan dengan pengasuhan bersama di Desa Migran Produktif (Desmigratif), kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta penanganan masalah PMI di luar negeri yang berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” tambahnya.
Susi menekankan perlunya lancar dalam kepengurusan surat menyurat untuk ID dan sebagainya dari Pemkab Tulungagung melalui Disnakertrans.
“Perlindungan PMI sebelum bekerja melibatkan sosialisasi di desa-desa dan kelurahan tentang mekanisme penempatan CPMI secara prosedural,” jelasnya.
Susi juga menyoroti pentingnya pendataan PMI dan purna PMI serta peningkatan kualitas CPMI melalui pelatihan, pemagangan, dan sertifikasi melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta maupun Balai Latihan Kerja (BLK) pemerintah.
Dari data Disnakertrans, setiap tahunnya Pekerja Migrants dari Kabupaten Tulungagung yang bekerja di luar negeri mencapai 4.000 sampai 6.000 orang, dengan dana remitansi mencapai 2,5 triliun atau hampir setara dengan APBD Kabupaten Tulungagung.
“Sebelum adanya Dana Desa, Pekerja Migrants dari Tulungagung sudah memiliki kontribusi besar dalam membangun desanya,” ujarnya.
Pertunjukan seni wayang kulit semalam suntuk dihadiri oleh Penjabat Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Agus Santoso, S.Sos., serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan tamu undangan dari P3MI dan PMI. (Ferry Kaligis)














