BERITA TERKINI

Puskesmas Perketat Validasi Data, Tekan Angka DBD

×

Puskesmas Perketat Validasi Data, Tekan Angka DBD

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,PALEMBANG – Kelurahan Talang Betutu mencatat penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, hanya ditemukan satu kasus DBD di wilayah tersebut, menurun drastis dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 27 kasus.

​Meka Ira Wahyuni, Penanggung Jawab Program DBD Puskesmas Talang Betutu, mengungkapkan bahwa meski angka menurun, pihaknya tetap waspada. Hal ini mengingat adanya siklus tren lima tahunan di mana kasus DBD biasanya cenderung meningkat.

​”Kami mendapatkan info (kasus) dari Rumah Sakit, namun kami tidak langsung menelan data itu mentah-mentah. Kami lakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk mencari tahu kebenarannya,” ujar Meka saat diwawancarai, Kamis (29/1/2026).

​Pihak Puskesmas menekankan pentingnya akurasi data di lapangan. Petugas seringkali menemukan ketidaksesuaian antara alamat di Kartu Keluarga (KK) dengan domisili nyata pasien.

​”Kami harus memastikan apakah warga tersebut benar tinggal di sini, atau tertular di tempat lain seperti sekolah. Karena belum tentu alamat KK sama dengan lokasi tinggal saat ini,” tambahnya. Jika laporan tervalidasi, data tersebut langsung diteruskan ke Dinas Kesehatan untuk langkah tindak lanjut.

​Terkait fasilitas pendukung, Puskesmas Talang Betutu baru saja menerima satu unit alat baru untuk menunjang program kesehatan. Namun, alat tersebut belum digunakan secara maksimal karena masih menunggu proses uji fungsi dan izin dari dinas terkait.

​”Alat baru sudah datang satu unit, tapi belum uji fungsi. Karena alat ini cukup sensitif dan akan digunakan banyak orang, kami harus berkoordinasi dengan pihak yang berwenang di dinas terkait,” jelas Meka.

​Puskesmas Talang Betutu terus mendorong masyarakat untuk mengutamakan pencegahan mandiri. Melalui kegiatan 3M Plus dan gotong royong rutin di kelurahan, warga diedukasi untuk menjaga kebersihan lingkungan.

​Strategi edukasi juga dilakukan secara konsisten melalui:​

Posyandu: Sosialisasi pencegahan DBD diadakan rutin satu bulan sekali.​Gotong Royong: Edukasi langsung kepada warga saat aksi bersih-bersih lingkungan di kelurahan.​Fogging sebagai Alternatif Terakhir: Pihak Puskesmas menegaskan bahwa pengasapan (fogging) bukanlah solusi utama, melainkan langkah terakhir jika kondisi memang mendesak.

​Dengan respons cepat dari kelurahan dan koordinasi intensif bersama Dinas Kesehatan, diharapkan angka DBD di Talang Betutu dapat terus ditekan sepanjang tahun ini.(Adi)