Reporter : Asni
OKI, Mattanews.co – Nama Desa Sedyo Mulyo, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai dikenal masyarakat dalam maupun luar daerah, hal itu karena ia merupakan sebuah desa yang sudah banyak menoreh prestasi dari tingkat Desa sampai tingkat nasional.
Sebuah pencapaian yang luar biasa dan patut menjadi contoh, untuk desa-desa lain di OKI khususnya.
Desa Sedya Molyo kembali berhasil meraih peringkat ketiga dalam lomba inovasi desa tingkat nasional.
Penghargaan itu diserahkan dalam acara pembukaan temu karya nasional Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Pindeskel) di Jakarta, kemarin. Penyerahan dilakukan langsung Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo dan Ketua Umum TP PKK Pusat Erni Guntarti Cahyo Kumolo.
Pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan sudah berlangsung sejak 15 Juni 2019 dengan berbagai tahapan sejak pengumpulan dokumen administrasi di tingkat daerah, penilaian administrasi, klarifikasi lapangan hingga penetapan juara desa dan kelurahan di tingkat regional.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) OKI Nursula mengakui, kebanggaannya atas perjuangan Desa Sedyo Mulyo pimpinan Suyadi dalam mencapai nilai tertinggi dalam Evaluasi dan Penilaian Perkembangan Penyelenggaraan Pemerintahan, Kewilayahan, dan Kemasyarakatan di Tingkat Desa dan Kelurahan.
“Keberhasilan yang dicapai ini berkat kerja keras semua masyarakat serta stakeholder Kecamatan dan Kabupaten OKI. Semoga dengan diraih penghargaan ini, maka kedepan pelayanan dan inovasi yang ada dapat terus dikembangkan,” imbuhnya, Jumat (16/08/2019).
Nursula mengatakan, penilaian dan apresiasi pemerintah terhadap pembangunan di pedesaan merupakan mewujudkan kemandirian desa.
“Semoga kedepannya penghargaan tersebut dapat motivasi desa lain, untuk juga ikut berlomba mengikuti perkembangan dan berinovasi membangun desa masing-masing,” harapnya.
Sementara, Bupati OKI Iskandar mengatakan, selain membangun, desa diharapkan mampu memperkenalkan desa ke publik, sehingga dengan anggaran dana bagi desa menciptakan peluang ekonomi baru.
“Kita bersyukur OKI mendapat juara III tingkat nasional terbaik, tetapi memang kurang terekspos. Penggunaan dana desa tidak hanya membangun tapi bagaimna kedepannya perlu juga untuk mengekspos diri, sehingga jika orang luar datang langsung tertarik dan ingin berinvestasi,” terangnya.
Editor : Anang














