MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG — Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) se-Jawa–Nusa Tenggara resmi digelar di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis konsolidasi gerakan mahasiswa sekaligus penguatan jejaring kepemimpinan lintas kampus di kawasan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Pembukaan Rakorwil ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., disaksikan Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., Rektor UIN SATU Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelejen Negara, Bapak Dr. Wawan Hari Purwanto, S.H., M.H., unsur Forkopimda, pimpinan kampus, serta perwakilan organisasi mahasiswa.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai motor perubahan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Mahasiswa bukan sekadar penonton. Mereka harus menjadi agen perubahan yang konstruktif, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” tegas Bupati Gatut Sunu dalam sambutannya di hadapan peserta Rakorwil.
Ia menilai, forum Rakorwil DEMA PTKIN ini bukan hanya ajang seremonial, melainkan ruang strategis untuk merumuskan gagasan konkret dalam menjawab tantangan zaman, termasuk isu sosial, ekonomi, hingga lingkungan.
Peran Strategis Mahasiswa dan Kolaborasi Daerah
Bupati Gatut Sunu menekankan bahwa mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam DEMA PTKIN, memiliki tanggung jawab moral dan intelektual dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat serta mendorong perubahan sosial yang progresif.
“DEMA PTKIN harus menjadi wadah aspirasi sekaligus motor penggerak perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya antara pemerintah daerah dengan kalangan akademisi dan mahasiswa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami selalu siap berdiskusi dan berkolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
UIN SATU sebagai Pusat Pengembangan Keilmuan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gatut Sunu turut menyoroti peran UIN SATU Tulungagung sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang integratif. Ia berharap Rakorwil ini mampu melahirkan gagasan strategis yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif.
“Momentum ini harus menjadi proses moral-intelektual untuk melahirkan ide-ide yang berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Mahasiswa Diminta Aktif dalam Pembangunan
Menutup sambutannya, Bupati Gatut Sunu mengajak seluruh mahasiswa untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan pembangunan daerah, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program.
“Mahasiswa harus berani mengadvokasi persoalan masyarakat dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi,” tegasnya.
Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim”, Bupati Tulungagung secara resmi membuka Rakorwil DEMA PTKIN se-Jawa–Nusa Tenggara Tahun 2026. Rakorwil ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran mahasiswa sebagai pilar perubahan sekaligus mitra kritis pemerintah dalam pembangunan nasional.














