BERITA TERKINI

Rapat Covid-19, Secara Manual Target, Data KPC-PEN Masih Belum, Begini Penjelasan Bupati Tulungagung

×

Rapat Covid-19, Secara Manual Target, Data KPC-PEN Masih Belum, Begini Penjelasan Bupati Tulungagung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo menyampaikan pencapaian vaksinasi terhadap masyarakat Lanjut Usia (Lansia) masih kurang sedikit lagi.

Salah satu indikator menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) adalah pencapaian vaksinasi Lansia target 40 persen.

“Jadi begini, sebenarnya secara manual target kita terhadap vaksinasi Lansia itu sudah 40 persen, bahkan melampaui angka 46 persen,” kata Maryoto usai Rapat Covid-19 dan Percepatan Vaksinasi Manunggal di ruang Prajamukti lantai 2 gedung Pemerintah kabupaten setempat, Rabu (17/11/2021)

Maryoto menambahkan, dalam rapat bersama Satuan tugas (Satgas) Covid-19 pembahasan dalam rangka percepatan pencapaian vaksinasi.

Vaksinasi Lansia menjadi bahasan secara bersama, karena masih belum memenuhi target pencapaian.

“Vaksinasi khususnya Lansia masih mengalami kekurangan, ini harus kita kejar, karena sesuai analisa riset akan memproteksi kesehatan kepada yang bersangkutan,” tambahnya.

Sebenarnya kalau secara manual target, Maryoto menjelaskan, pencapaian vaksinasi kepada Lansia sudah 40 persen. Sebenarnya sudah melampaui angka 46 persen.

Namun meski demikian, dalam dashboard dari Komite Penanganan Covid-19 (KPC-PEN), Kabupaten Tulungagung masih diakui 39,67 persen.

“Dengan demikian, masih kurang sak nil (Sedikit lagi.red) atau sekira 0,33 persen,” terangnya.

“Ada target setiap kecamatan harus 100 setiap hari, dengan skemanya 3 hari dan kemungkinan bisa lebih dari 40 persen,
sekarang saja saya kira yakin,” imbuhnya.

Lebih lanjut Maryoto memaparkan, dalam percepatan vaksinasi, daerah mana saja yang sudah tercapai rata-rata secara rate masih belum ada.

“Iya benar, nyaris tercapai seperti Kecamatan Pakel itu bagus ada 70,80,” papar Maryoto sembari mengutip kata Pak Kapolres sedangkan yang lain bisa mengapa kita tidak.

Kata Bupati Maryoto, adapun terkait sanksi bagi wilayah dalam pencapaian vaksinasi belum tercapai merupakan peringatan bagi kita semua.

“Ayo kita kerja bareng (Bersama.red) seperti pada saat rapat evaluasi di Provinsi, kita juga dimarahi oleh tingkat atasan, jadi sama,” ujarnya.

“Kita organisasi terstruktur maka wajib untuk mensukseskan,” sambungnya.

“Selain vaksinasi memberikan hadiah telor, sekarang menggalakkan sosialisasi dengan cara diberi pengertian kepada pihak keluarga tersebut,” pungkasnya.